Pegiat Lingkungan Temukan Timbunan Puluhan Ribu Ton Limbah B3

indopos.co.id – Masyarakat Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menghadapi ancaman dugaan limbah bahan berbahaya beracun (B3). Sejumlah pegiat lingkungan mendeteksi limbah tersebut masuk melalui pelabuhan yang dibawa oleh kapal tongkang lalu diangkut dengan truk.

Limbah-limbah tersebut dibuang di Dusun Ngango, Desa Gandri Rojo, Kecamatan Sedan, Desa Sendang Mulyo, Kecamatan Sluke dan Desa Sudan, Kecamatan Kragan. Limbah B3 berbentuk material tanah (Spent Bleaching Earth/SBE) datang tiga kali pengangkutan melaui kapal tongkang dengan jumlah sekitar 26 ribu ton.

Baca Juga :

KLHK Lakukan Transisi Sistem Pengangkutan B3

Ketua FMPLR (Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Rembang) Boma Aji mengungkapkan, pada April 2020 datang kapal tongkang pertama dengan kapasitas muatan sekitar 7.500 ton dengan membawa material tanah. Diduga limbah tersebut dibuang di Dusun Ngango, Desa Gandri Rojo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang.

”Setelah separuh muatan tongkang dibongkar sekitar 3.750 ton namun ditolak oleh warga, maka kegiatan pembongkaran dilakukan di lokasi lain yaitu di desa Sudan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang dengan jumlah separuh muatan tongkang sekitar 3.750 ton,” ungkap Boma Aji.

Baca Juga :

Menurutnya, pada April 2020 datang tongkang yang kedua membawa material yang sama dengan kapasitas muat sekitar 7.500 ton dibuang di Desa Gandri Rojo. Namun di tengah kegiatan tersebut warga menolak atau mengajukan protes kepada koordinator kegiatan. Sehingga pembokaran material yang diduga limbah baru berjalan separuh tongkang sekitar 3.750 ton.

”Karena mendapat penolakan dari warga maka sisa material yang berjumlah separuh tongkang 3.750 ton dibuang di Desa Sendang Mulyo, Kec. Sluke, Kabupaten Rembang di Area Lahan tambang milik PT AHK,” ujarnya.

Boma mengatakan, transportasi yang digunakan dalam pemindahan material dari kapal tongkang menuju lokasi menggunakan truk yang memiliki spesifikasi khusus angkutan limbah. Pada Mei 2020 datang tongkang yang ketiga membawa material yang sama yaitu tanah yang diduga limbah dengan kapasitas muat sekitar 11 ribu ton.

”Material tersebut dibuang di area tambang galian C Desa Jatisati, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang,” pungkasnya.

Ketua Umum Kawali Puput TD Putra, mengatakan berdasarkan laporan masyarakat pada Rabu (21/10/2020), TIM Advoksi Kawali langsung bergerak ke lokasi penimbunan limbah di Rembang. ”Kami melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) dan observasi detail terkait dugaan pencemaran ini,” ujarnya.

Puput mengungkapkan tindakan tercela dan tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh perusahaan pembuang limbah B3 sangat berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat sekitar lokasi pembuangan.

”Lemahnya pengawasan Pemerintah Daerah Kabupaten Rembang dan otoritas pelabuhan mengakibatkan kelangsungan ancaman serius terhadap lingkungan hidup dan masyarakat,” cetusnya.

Puput menambahkan, pembuang limbah B3 di Kabupaten Rembang ini dapat dijerat dengan Pasal 60 Juncto- pasal 104 UU 32 tahun 2009 tentang Perlindungan Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara atau denda sebanyak Rp3 miliar.

Untuk pejabat yang lalai menjalankan fungsinya juga dapat terkena sanksi dan pidana, Berdasarkan Pasal 112 UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkunan Hidup, setiap pejabat berwenang yang dengan sengaja tidak melakukan pengawasan terhadap ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan dan izin lingkungan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 dan Pasal 72, yang mengakibatkan terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia, dapat dipidana dengan pidana penjara 1 (satu) tahun.

Puput juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang dan Bupati Kabupaten Rembang serta Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan segera mengambil tindakan hukum.

”Juga sesegera mungkin melakukan pemulihan dan strerilisasi area pembuangan limbah untuk mengantisipasi dampak buruk yang ditimbulkan masyarakat,” tegas Puput.(dni)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.