Tantangan Debat Megawati Soal Kontribusi Milenial Disambut KP3I

indopos.co.id – Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I) Tom Pasaribu mengaku siap menerima tantangan debat Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Yakni terkait kontribusi generasi milenial untuk bangsa.

“Kalau tantangan debat Ibu Megawati terbuka untuk umum, bukan hanya untuk kader PDIP, saya sangat siap meladeni debat. Kecuali tantangan dari Megawati itu ecek-ecek,” ujar Tom kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/10/2020).

Baca Juga :

DPR Sebut Milenial Berperan Bangkitkan UMKM

Ia mengingatkan, banyak orang muda hebat yang bisa menyumbangkan pemikirannya. Tergantung bagaimana pemimpin berkoordinasi dan menggerakkan. “Para generasi muda juga siap menjadi seorang pemimpin di segala bidang,” ungkap Tom.

Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri mengkritik generasi milenial yang merusak fasilitas umum dan pemerintahan saat demo Undang-Undang Cipta Kerja. Putri Presiden RI ke-1 itu pun menantang generasi milenilal yang merusak untuk berdebat soal aturan berdemo.

Baca Juga :

UU Cipta Kerja Atasi Obesitas Regulasi

“Nanti saya di-bully ini, saya nggak peduli, hanya demo saja ngerusak, apakah ada dalam aturan berdemo, boleh saya kalau mau debat,” ujar Megawati dalam acara peresmian kantor PDI-P secara daring, Rabu (28/10/2020).

Megawati juga menilai, generasi milenial yang melakukan pengrusakan hanya bisa berdemo, namun minim kontibusi terhadap bangsa dan negara. Bahkan, ia berpesan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak memanjakan generasi milenial yang minim kontribusi terhadap bangsa dan negara.

Baca Juga :

Klaim Kurangi Angka Pengangguran

“Anak muda kita jangan dimanja, dibilang generasi kita adalah generasi milenial. Saya mau tanya hari ini, apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi membuat kita sudah viral tanpa harus bertatap langsung?” tandas Megawati. “Apa sumbangsih kalian terhadap bangsa dan negara ini? Masa hanya demo saja,” tambah dia.

Lebih lanjut, Megawati menjelaskan, saat ini aspirasi dari generasi milenial dapat langsung didengar tanpa harus melakukan demonstrasi, apalagi berujung dengan perusakan. Menurut dia, DPR sudah memberikan ruang bagi masyarakat dalam menyuarakan pendapat.

“Saya bilang pada mereka yang mau demo-demo. Ngapain sih kamu demo-demo. Kalau enggak cocok pergi ke DPR. Di sana ada yang namanya rapat dengar pendapat itu terbuka bagi aspirasi kalian,” kata Megawati. (rul)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.