Kasus Pelecehan Seksual Perempuan, Ketua IFLC : Ganjal Dunia Politik dan Melawan Hukum

indopos.co.id – Ketua Indonesian Feminist Lawyers Club/IFLC Nur Setia Alam Prawiranegara angkat bicara terkait kasus pelecehan seksual yang dialaminya Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui media social. Hal tersebut tidak hanya melakukan perbuatan melawan hukum, tapi  juga pelanggaran UU ITE dengan mendistribusikan secara sengaja kepada pihak publik.

”Marilah bertindak cerdas dalam berpolitik jangan menjegal calon dengan cara yang tidak profesional, apalagi menyerang secara pribadi dengan cara misoginis atau melakukan pelecehan seksual terutama melalui media sosial, makanya STOP PELECEHAN SEKSUAL DALAM DUNIA POLITIK,” kata Alam Prawiranegara melalui keterangan diterima INDOPOS, Sabtu (31/10/2020).

Baca Juga :

Alam Prawiranegara menjelaskan politik itu seperti mata uang antara seni dan kekuasaan. Untuk menggapai suatu kekuasaan bagi yang ingin menjadi pemimpin di suatu wilayah tertentu membutuhkan seni agar terlihat apik dan menarik baik bagi para pemilih maupun lawannya. Prosesnya  harus dilakukan dalam kerangka hukum yang berlaku sehingga bisa tetap menjadi penggunaan kekuasaan yang konstitusional dan bermartabat.

”Indonesian Feminist Lawyers Club/IFLC sangat menginginkan adanya pimpinan daerah itu perempuan, karena sebagai aset besar milik bangsa yang harus didorong maju, bukan hanya kuantitas, melainkan juga kualitasnya dengan tujuan mengusung adanya kesetaraan gender,”ujarnya.

Mengapa  demikian, lanjutnya, karena sebagai pemimpin dapat menyampaikan aspirasi serta kepentingan perempuan yang selama ini dianggap kurang penerapan dan pelaksanaannya, apalagi saat ini RUU Penghapusan Kekerasan Seksual tertunda untuk menjadi UU dengan dinyatakan sulit untuk dibahas.

Hal ini dapat dilihat bagaimana RUU P-KS ini sulit, faktanya ada yang tidak memahami atas perbuatannya diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu calon pimpinan daerah dengan cara “Misogini” melalui media sosial.

Misogini adalah suatu cara berupa kebencian atau tidak suka terhadap perempuan diwujudkan dengan diskriminasi seksual, fitnah perempuan, kekerasan terhadap perempuan, dan objektifikasi seksual perempuan serta “Pelecehan Seksual” bahkan melalui media sosial, serta menyebarkan photo milik pribadi dan menuliskan kalimat berupa ujaran kebencian agar dibaca oleh publik. Bahwa apa yang dilakukan oleh Calon Wakil Walikota Tangsel adalah benar, karena untuk menegakkan kebenaran, bukan semata-mata untuk melakukan pembelaan kampanye karena dia sebagai calon.

”Karena dia menyadari sebagai aktivis perempuan atas perbuatan seperti ini tidak hanya akan terjadi saat kampanye tapi dalam kehidupan di masyarakat, sebagaimana sering diulas oleh Komnas Perempuan bagaimana tingkat kekerasan seksual dan pelecehan seksual terus meningkat tiap tahunnya, ini waktunya aktivis perempuan dan pemerhati hukum bergerak untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat bahwa pelecehan seksual harus ditiadakan di berbagai aspek apalagi di dunia politik , ”pungkasnya.

Seperti diketahui, beredar di jejaring sosial Facebook, unggahan foto Sara ketika hamil dengan takarir gambar bernada pelecehan.Unggahan tersebut diduga dikirimkan oleh salah satu pasangan calon Pilkada Tangerang Selatan 2020. ”Yang mau coblos udelnya silakan. Udel dah diumbar. Pantaskah jadi panutan apalagi pemimpin Tangsel??” tulis akun Facebook bernama Bang Djoel, dikutip pada Senin (26/10/2020) lalu.

Menurut Sara, foto dalam unggahan tersebut diambil sekitar lima tahun lalu ketika dia tengah mengandung anak pertamanya. Namun, pengunggah mengaitkan foto tersebut dengan kontestasi Pilkada Tangerang Selatan dan memanfaatkannya untuk kepentingan politik.

“Dijadikan alat serangan yang mempertanyakan kelayakan saya sebagai seorang pemimpin,” ujar Sara, Senin (26/10/2020). Sara berpandangan, kata-kata yang dituliskan pemilik akun tersebut dalam unggahannya sudah termasuk bentuk pelecehan seksual. (gin)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.