Alexa Metrics

Kontroversi Relawan Minta Tambah Jatah Kursi di BUMN

Kontroversi Relawan Minta Tambah Jatah Kursi di BUMN Relawan, pendukung dan simpatisan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi-Ma’ruf Amin dalam suatu acara pada 2019 lalu.

indopos.co.id – Permintaan relawan pemenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Pro Jokowi (Projo) agar Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menambah kursi komisaris dan direksi dari relawan, sebaiknya ditanggapi dengan bijak.

Karena itu, mantan Kepala Sekretariat Direktorat Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma’ruf Amin, Jay octa mengaku kecewa karena beberapa politisi di Senayan berkomentar miring terkait permintaan Projo.

Menurut dia, relawan Jokowi datang dari berbagai latar belakang, tak sedikit dari kalangan profesional, yang punya kapabilitas seandainya ditempatkan di BUMN. Diapun meminta komentar miring itu diakhiri. “Saya heran, kok banyak politisi di Senayan yang meng-counter usulan relawan. Apa maunya mereka?,” ujar dia di Jakarta, Sabtu (31/10/2020).

Sebelumnya, Projo meminta Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat lebih banyak komisaris BUMN dari unsur relawan. Jay Octa meninta komentar miring terkait permintaan Projo dihentikan. Jika berkelanjutan, hal itu akan memicu masalah baru. “Komentar yang nggak jelas itu bisa melukai banyak pihak,” kata dia.

Dia meminta para wakil rakyat di Senayan “dingin” sambil menunggu respon Menteri BUMN Erick Thohir. “Sebaiknya nggak usah gaduh. Biarlah Pak Erick Thohir mengambil keputusan dengan nyaman,” pungkas Jay. (dai)



Apa Pendapatmu?