Prajurit Marinir Ini Ajarkan Pedagang Pasar Gondang Legi Pasuruan Adaptasi Normal Baru 

indopos.co.id – Pemutusan rantai penyebaran COVID-19 terus digenjot dari berbagai lapisan masyarakat, baik sipil, instansi pemerintah, swasta, hingga TNI dan Polri.
Baca Juga :
Dalam rangka mencegah dan menekan penyebaran COVID-19 bersama Pemerintah, prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 1 Marinir bersama Unsur Tiga Pilar menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan menggelar operasi Yustisi penegakan Protokol Kesehatan di dalam Pasar Gondanglegi, Kelurahan Cangkring Malang, Kec. Beji, Pasuruan, Jawa Timur.
Baca Juga :

Penanganan COVID-19 Pengaruhi Nilai Rupiah

Kapolsek Beji Kompol H. Ahmad memimpin langsung operasi Yustisi dengan beranggotakan TNI AD, TNI AL (Marinir), Polisi, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemuda Pancasila. Operasi Yustisi dilakukan dengan menggunakan pengeras suara menyisir sudut-sudut yang berada di dalam pasar Gondanglegi.
Baca Juga :

Tes PCR di Kota Bekasi Lampui Standar WHO

Komandan Batalyon Infanteri 1 Marinir Letkol Marinir Aang Andy Warta mengatakan sasaran utamanya adalah pedagang dan pembeli yang tidak menjalankan protokol kesehatan atau tidak memakai masker. “Kami mengimbau masyarakat dengan menggunakan pengeras suara untuk menerapkan Protokol Kesehatan COVID-19, yaitu selalau menggunakan masker apabila melaksanakan kegiatan di luar rumah, menjaga jarak aman dan mencuci tangan dengan sabun,” kata Aang, Senin (2/11/2020).
Dia menyampaikan kepada Prajurit Yonif 1 Marinir agar melaksanakan tugas dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab serta selalu waspada dengan penyebaran COVID-19, bekerjasama yang baik dengan aparat pemerintah setempat, mengikuti norma dan aturan yang ada di lingkungan masyarakat, serta memberi arahan yang sopan hingga masyarakat sadar untuk memakai masker.
“Laksanakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, selalu memakai masker, physical distancing serta laksanakan cuci tangan setelah melaksanakan kegiatan,” tegasnya. (vit)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.