Genjot Ekonomi, Kemenkeu Pastikan Program Bansos Terus Berjalan

indopos.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengatakan percepatan realisasi dari stimulus fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) membuat ekonomi berangsur-angsur membaik. Karena itu, pemerintah akan mengoptimalkan belanja APBN untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi kuartal IV.

“Diharapkan, kuartal IV-2020 akan lebih baik, dengan dukungan kebijakan moneter dari Bank Indonesia dan aktivitas masyarakat yang kembali berjalan karena kebijakan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ungkap Sri Mulyani, Selasa (3/11/2020).

Baca Juga :

Indonesia Tuan Rumah KTT G20 Tahun 2022

Fokus utama pemerintah pada masa pandemi ini, ujar dia, adalah untuk menyelamatkan hidup dan penghidupan masyarakat. Masyarakat dapat memberikan dukungan bagi pemulihan sektor kesehatan maupun ekonomi. Caranya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, berbelanja produk dalam negeri, kreatif dalam menciptakan atau memodifikasi usaha, serta saling membantu.

Di antara percepatan realisasi yang dilaksanakan pemerintah adalah untuk sektor kesehatan. Misalnya belanja penanganan COVID-19 lainnya, seperti klaim biaya perawatan, alkes, obat pasien, layanan laboratorium balitbangkes, dan lainnya yang terdapat pada beberapa kementerian yang sampai dengan tanggal 30 Oktober 2020 terealisasi sebesar Rp19,62 triliun.

Baca Juga :

Bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pun telah terealisasi sebesar Rp1,92 triliun. Realisasi insentif tenaga kesehatan (nakes) pusat per 30 Oktober 2020 adalah sebesar Rp2,20 triliun dan realisasi santunan kematian nakes sebesar Rp29,4 miliar.

Untuk klaster perlindungan sosial, belanja bantuan sosial (bansos) dari APBN dimaksudkan untuk bisa membantu masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan kebutuhan pokok yang terpenuhi, pendapatan dari sumber lainnya dapat digunakan untuk ikut mendorong pergerakan ekonomi lewat belanja masyarakat di UMKM.

Baca Juga :

Kemenkeu menyatakan program seperti bansos Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Nontunai (BPNT/Kartu Sembako), Paket Sembako Jabodetabek, Bansos Tunai (BST) Non-Jabodetabek, BST bagi penerima Sembako Non-PKH, bansos beras bagi penerima PKH, serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa masih terus diberikan.

Agar tepat sasaran dan terus memberikan manfaat, pemerintah terus memonitor dan mengevaluasi yang kemudian dijadikan bahan pertimbangan untuk perbaikan atau perluasan program. Masih untuk klaster perlindungan sosial, program Kartu Prakerja telah disalurkan hingga per 30 Oktober telah mencapai realisasi sebesar Rp19,87 triliun dengan jangkauan 5,59 juta peserta.

“Realisasi APBN 2020 secara keseluruhan maupun program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sudah mengalami akselerasi yang signifikan dan diharapkan terus meningkat pada bulan November dan Desember,” ungkapnya.

Perbaikan ekonomi domestik diharapkan akan terjadi secara bertahap. Untuk mendukung agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat terus bangkit dan ikut mendorong roda perekonomian. Pemerintah terus menyalurkan subsidi program yang sudah berjalan selama ini dengan penambahan sejumlah relaksasi ataupun kemudahan. (dni)

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.