Pengesahan UU Cipta Kerja Kuatkan Nilai Rupiah

indopos.co.id – pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja oleh Presiden Joko Widodo direspons positif para pelaku pasar keuangan domestik. Alhasil, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menguat signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (3/11/2020).

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan periode Oktober 2020 Indonesia akhirnya mengalami inflasi sebesar 0,07 persen secara bulanan (mom). Sementara inflasi tahun kalender (ytd) berada di 0,95 persen, sedangkan inflasi tahunan (yoy) sebesar 1,44 persen.

“Ini memutus rantai deflasi selama tiga bulan beruntun. Dengan kabar inflasi di Oktober tentunya menjadi kabar bagus. Artinya, roda perekonomian sudah mulai berjalan kembali,” ujar Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, di Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Kemudian secara bersamaan, Presiden Joko Widodo juga telah resmi menandatangani UU Cipta Kerja. Beleid sapu jagat tersebut telah diberi nomor sebagai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pada hari yang sama.

Baca Juga :

Retribusi 0 Persen

“Beleid yang menyatukan revisi sejumlah undang-undang itu akan menarik investasi masuk ke Indonesia, sehingga nantinya akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Ini menjadi awal bagi kemajuan ekonomi pasapandemi covid-19,” papar Ibrahim.

Menurut Ibrahim, sejumlah informasi yang positif tersebut membuat pelaku pasar kembali optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meskipun pada kuartal III-2020 ekonomi Indonesia bakal terkontraksi dan masuk pada fase resesi.

Baca Juga :

“Namun, modal asing kembali masuk ke pasar finansial. Apalagi di akhir tahun Bank Indonesia akan kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen yang dibarengi dengan penurunan suku bunga kredit,” ungkapnya.

Adapun pada penutupan perdagangan hari ini nilai tukar rupiah terhadap USD mengalami penguatan signifikan. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup menguat dibandingkan penutupan hari sebelumnya, yakni berada di posisi Rp14.585 per USD.

Mata uang Garuda tersebut menguat 55 poin atau setara 0,38 persen. Rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.585 per USD sampai Rp14.626 per USD.

Menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di jalur hijau pada posisi Rp14.597 per USD. Rupiah menguat signifikan sebanyak 117 poin atau setara 0,80 persen dari Rp14.715 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.609 per USD atau menguat sebanyak 109 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.718 per USD.

“Dalam perdagangan sore ini mata uang rupiah ditutup menguat 55 poin walaupun pada sesi pagi sempat menguat 65 poin, kemudian sesi siang menipis ke 15 poin dan ditutup di level Rp14.585 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.639. Dalam perdagangan besok rupiah kemungkinan akan dibuka fluktuatif dan menguat 60 poin, namun ditutup menguat sebesar 10-40 poin di level Rp14.555 per USD hingga Rp14.590 per USD,” pungkas Ibrahim. (dni)

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.