Kemenperin Total Benahi Industri Tekstil

indopos.co.id – Kementerian Perindustrian menyusun berbagai strategi untuk membangkitkan kembali geliat industri tekstil dan produk tekstil (TPT) imbas pandemi COVID-19. Salah satunya, dengan mendorong implementasi roadmap tekstil 4.0 di sektor tersebut.

“Peta jalan tersebut menekankan pada tiga jangkauan, yakni Horizon 1 (jangka pendek atau dalam kurun 3-5 tahun), Horizon 2 (jangka menengah 5-10 tahun), dan Horizon 3 (jangka panjang 10-15 tahun),” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam di Jakarta, Rabu, (4/11/2020).

Baca Juga :

Industri Perhiasan Tanah Air Menang Banyak

Khayam memaparkan Horizon 1 berfokus pada pengembangansynthetic fibers, high quality yarn, specialty, dan industrial fabrics. Selanjutnya, Horizon 2 dan 3 berkembang pada pengembangan apparel with embedded technology dengan fokus produk technical multi-fabric textiles, leather fabrics, functional clothing,dan smartfootwear.

Kemudian pemberian insentif kepada pelaku usaha melalui insentif super tax deduction untuk industri yang melakukan kegiatan R&D serta pendidikan vokasi. “Kami juga melanjutkan program restrukturisasi mesin dan peralatan pada industri TPT sebagai momentum untuk bisa selaras dengan revolusi industri 4.0, serta meningkatkan produktivitas, efisiensi dan kualitas produk,” imbuhnya.

Baca Juga :

Kemenperin Tempa IKM Pangan Agar Naik Kelas

Berikutnya, Kemenperin bertekad meningkatkan konektivitas sektor hulu-hilir di industri TPT dengan platform Indonesia Smart Textile Industry Hub (ISTIH) serta mengusulkan Insentif kemudahan lokal tujuan ekspor (KLTE) dan kemudahan lokal tujuan lokal (KLTL) untuk penggunaan bahan baku dari dalam negeri.

Bahkan, Kemenperin terus mendorong penurunan harga gas segera direalisasikan bagi industri hulu tekstil. Sehingga, daya saingnya dapat terdongkrak sekaligus memberikan multiplier effect untuk rantai industri tersebut. Upaya lainnya adalah memfasilitasi pendirian pilot plant textile 4.0 atau light house project sebagai benchmark implementasi Industri 4.0 di tingkat perusahaan.

Baca Juga :

“Kemenperin juga mengembangkan ekosistem industri special fiber, high quality yarn, dan functional clothing berbasis polyester, rayon dan padat karya di Batang, Karawang, Riau, dan Brebes,” cetusnya. (dni)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.