Masuk Zona Merah, Warga Manggarai Deklarasikan Bersih Narkoba

indopos.co.id – Terdata Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan sebagai wilayah Zona Merah, Warga Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, mendeklarasikan di Kelurahan Manggarai bersih dari narkoba. Deklarasi pun dilakukan dengan memenuhi protokol kesehatan COVID-19 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Diklarasi tersebut dilakukan di kantor Kelurahan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan bersama BNNK Jakarta Selatan, Polsek Tebet, Camat Tebet, dan Lurah Manggarai pada Jumat (6/11/2020) siang.
Dik Dik Kusnadi, Kepala BNNK Jakarta Selatan menuturkan, sebelum masuk di Wilayah Jakarta Selatan ini, dirinya mengecek pendataan wilayah yang kategori merah antara lain wilayah Manggarai. “Ini jadi fokus kami tuk lakukan upaya, agar yang tadinya merah jadi kuning, dari kuning jadi hijau,” ujar Dikdik usai deklarasi warga di Kelurahan Manggarai bersih narkoba, Jumat (6/11/2020).
Kita lihat, lanjut Dikdik, di Tebet ini ada dua wilayah yang masuk zona merah yaitu Manggarai dan Manggarai Selatan, “Data awalnya kan dari yang diungkap jajaran BNN dan Polsek Tebet, Pak Lurah lihat itu semoga jadi kuat lagi agar Mangggarai bebas dari narkoba,” katanya.
Adapun narkoba masih marak di Jakarta, karena rendahnya tingkat kepedulian dari berbagai kalangan sehingga kita satukan ini dan betapa pentingnya akan kesadaran warga masyarakat dalam memerangi narkoba.
Dalam kesempatan itu, warga di kelurahan Manggarai itu dihadiri oleh perwakilan RT/RW, tokoh masyarakat, karang taruna, LSM, dan ormas, yang mana mereka lantas menandatangani fakta integritas bersama Kapolsek Tebet, Kompol Budi Cahyono, Kepala BNNK Jakarta Selatan, Dikdik Kusnadi, Camat Tebet, Dyan Airlangga, dan Lurah Manggarai Budi Santoso serta perwakilan dari Danramil.
Lurah Manggarai, Budi Santoso mengatakan, Manggarai memang kerap di cap sebagai zona merah tawuran sejak tahun 2016 silam. Bahkan, tawuran yang terjadi di Manggarai itu kerap kali dikaitkan dengan peredaran narkoba sehingga semua warga Manggarai pun terkena dampaknya.
“Padahal Manggarai tak melulu seperti itu, karena seringkali kali tawuran di Jalan Saharjo atau di Menteng misalnya, masih saja disebut Manggarai, ini tentu membuat kami perihatin,” ujarnya pada wartawan, Jumat (6/11/2020).
Maka itu, kata dia, pihaknya bersama warga Manggarai pun melakukan berbagai upaya guna membutktikan kalau sebutan Manggarai zona merah tawuran dan narkoba tidaklah benar. Salah satunya dengan melakukan deklarasi kelurahan Manggarai Bebas Narkoba dan sadar hukum.
“Saya mengajak seluruh warga masyarakat Manggarai, dengan ikrar ini kita semua menjadi peduli, apapun yang terjadi di depan kita jadi tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Tebet, Dyan Airlangga menambahkan, diharapkan pesan dalam deklarasi ini pun sampai ke para pelaku penyalahgunaan narkoba. Bahwa semua masyarakat Tebet, khususnya Manggarai akan terus berperang melawan narkoba.
“Lalu, saya harapkan semua yang hadir disinu minimal menjaga diri dahulu untuk tidak memakai narkoba, lalu menjaga kekuarga, baru ditularkan ke tetangga dan lingkungannya,” katanya. (ibl) 
Baca Juga :

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.