Tiga Negara Cerita Pengalaman Tangani COVID-19 di Forum WHO, Indonesia Salah Satunya

indopos.co.id – Sebanyak tiga negara menyampaikan pengalamannya dalam menangani COVID-19 di forum yang diselenggarakan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), Jumat (6/11/2020).

Tiga negara itu adalah Indonesia, Afrika Selatan dan Thailand. Negara ini diundang karena dianggap sukses menerapkan Intra-Action Review (IAR) yang merupakan perencanaan kegiatan negara dalam menanggulangi pandemi COVID-19, yang kemudian direview WHO.

Baca Juga :

Segera Atasi Kendala Vaksin Corona

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, kunci penanganan COVID-19 adalah partisipasif aktif berbagai pemangku kepentingan.

“Namun, bukan tugas yang mudah untuk menghadirkan perwakilan 138 pemangku kepentingan multisektoral untuk melakukan review terhadap kegiatan penanggulangan COVID-19 yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :

Pelaksanaan IAR di Indonesia mencakup sembilan pilar utama penanggulangan COVID-19. Pertama, komando dan koordinasi. Kedua, komunikasi risiko dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga pengawasan, tim respon cepat dan investigasi kasus

Keempat titik masuk, perjalanan internasional, dan transportasi. Kelima laboratorium. Keenam pengendalian infeksi. Ketujuh manajemen kasus, kedelapan dukungan operasional dan logistik dan terakhir memelihara layanan dan sistem kesehatan penting.

Sementara, Menteri Kesehatan Afrika Selatan Zweli Mkhize mengatakan, IAR telah banyak membantu untuk membuat perencanaan dalam mewaspadai adanya klaster baru COVID-19. Namun, tetap dalam kewaspadaan tinggi atas penyebaran Pandemi COVID-19 ini.

“Yang jelas, kami selalu belajar dari negara lain yang lebih dulu berpengalaman dalam menghadapi COVID-19, dan bersiaga untuk kemungkinan kembali mewabahnya COVID-19,” katanya.

Dalam hal ini, Afrika Selatan telah mengembankan rencana aksi nasional untuk mengurangi COVID-19 bangkit kembali. Untuk itu, Afrika Selatan saat ini telah memiliki sistem peringatan dini untuk mendeteksi berkembangnya klaster baru.

Sementara, Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan, saat ini negaranya terus mengembangkan sistem data terintegrasi untuk mengelola dan memastikan keamanan kesehatan bagi setiap orang.

Menurutnya, sistem dengan kapasitas pendeteksian kasus yang dibarengi dengan peningkatan efisiensi sistem operasi darurat dapat mengurangi penyebaran COVID-19.

“Kami mencari dan menyimpulkan semua informasi mengenai COVID-19 semaksimal mungkin,” tuturnya.

WHO menyebutkan, saat ini dunia dihadapkan pada tantangan pengelolaan risiko kesehatan dan dampak pada semua aspek kedaruratan yang saling terhubung, terkait penyebaran COVID-19.(rmn)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.