Kemnaker Kurangi Pekerja di Bawah Umur

indopos.co.id – Kemnaker memiliki komitmen besar untuk menghapus pekerja anak. Hal ini ditandai dengan ratifikasi Konvensi ILO Nomor 138 mengenai usia minimum untuk diperbolehkan bekerja dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1999. Selain itu, pemerintah juga memasukkan substansi teknis yang ada dalam Konvensi ILO tersebut dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan komitmen untuk terus berupaya menghapus pekerja anak. Kemnaker menargetkan akan melakukan penarikan 9.000 pekerja anak pada 2020.

Baca Juga :

“Ini merupakan gerakan bersama yang harus dilaksanakan secara terkoordinasi melibatkan semua pihak, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serikat pekerja/buruh, pengusaha, untuk bersama-sama melakukan upaya penanggulangan pekerja anak,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Selain itu dalam Webinar Nasional bertajuk “Pandemi Covid-19: Tantangan dan Strategi Penanggulangan Pekerja Anak secara Kolektif dan Berkelanjutan” Menteri Kemnaker mengakui masih ada anak di Indonesia yang belum memperoleh hak mereka secara penuh, terutama bagi anak yang terlahir dari keluarga prasejahtera. (mdo)

Baca Juga :

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.