Sektor Industri Sumbang 33 Persen Investasi Nasional

indopos.co.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad untuk terus menjaga aktivitas sektor industri dan mengawal investasi. Upaya tersebut guna mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

”Kami telah banyak melakukan upaya strategis agar PHK tidak meluas di sektor industri. Salah satunya memastikan industri tetap beroperasi di tengah ancaman pandemi,” kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Baca Juga :

Industri Perhiasan Tanah Air Menang Banyak

Untuk itu, kegiatan operasional dipastikan harus mematuhi protokol kesehatan agar sektor industri dapat terus berjalan.

Agus menambahkan, pihaknya selama ini juga aktif mengawal realisasi penanaman modal dari sektor industri. Pasalnya, hal ini akan membawa dampak luas bagi perekonomian nasional, di antaranya adalah penguatan struktur manufaktur di dalam negeri sehingga memacu daya saing hingga kancah global.

Baca Juga :

Kemenperin Tempa IKM Pangan Agar Naik Kelas

”Selain itu, multiplier effect lain dari investasi sektor industri yang masuk adalah penyerapan tenaga kerja yang banyak. Jadi, artinya investasi merupakan salah satu kunci untuk mencegah PHK,” tegasnya.

Kemenperin mencatat, sepanjang Januari-September 2020, sektor industri menggelontorkan dananya di Indonesia mencapai Rp201,9 triliun atau berkontribusi 33 persen dari total nilai investasi nasional sebesar Rp611,6 triliun.

Baca Juga :

Penanaman modal di sektor industri pada sembilan bulan tersebut meningkat apabila dibandingkan periode yang sama pada 2019 sekitar Rp147,3 triliun. Subsektor yang memberikan sumbangsih terbesar pada devisa selama Januari-September 2020, yakni investasi dari industri logam, mesin, dan elektronik yang menembus Rp77,8 triliun. Berikutnya, industri makanan sebesar Rp40,5 triliun serta industri kimia dan farmasi berkisar Rp35,6 triliun.

Menperin optimistis, resiliensi sektor industri manufaktur di Indonesia masih cukup kuat dan tinggi saat menghadapi adaptasi kebiasaan baru. Hal ini tercermin dari semangat berbagai perusahaan yang banyak mengajukan izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI) kepada Kemenperin.

”Selain itu, terlihat dari Purchasing Managers’ Index (PMI) yang menunjukkan confidence para manajer di sektor industri dalam melakukan pembelian bahan baku,” ucapnya.

Hasil survei yang dirilis oleh IHS Markit, PMI manufaktur Indonesia bulan Oktober menembus level 47,8 atau naik dibanding capaian pada September yang menempati posisi 47,2.

”Angka PMI sudah positif jika dibandingkan ketika COVID-19 mulai masuk ke Indonesia pada Februari-Maret. Jadi, sektor industri kini berada dalam fase menggeliat,” ujar Agus.

Pihaknya aktif mendorong percepatan upaya pemulihan ekonomi nasional, termasuk memacu PMI masuk ke angka 50 yang menandakan status industri pada tahap ekspansif.

”Kami yakin masa penyembuhan sektor manufaktur akan semakin cepat. Indikatornya terlihat dari penjualan mobil, sepeda motor dan semen yang naik tajam pada kuartal III-2020 bila dibandingkan kuartal sebelumnya,” imbuhnya.

Menperin menegaskan, pihaknya akan terus menjaga momentum baik kinerja kuartal III-2020 ini agar bisa membaik hingga akhir tahun. Diharapkan, laju pertumbuhan lapangan usaha sektor manufaktur dapat berada di zona hijau pada kuartal IV-2020.

“Peningkatan konsumsi masyarakat dan kedisiplinan masyarakat menjaga protokol kesehatan juga menjadi kunci,” pungkasnya.(dni)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.