Di Tengah Pandemi, Pemerintah Terus Berupaya Bangkitkan Sektor UMKM

indopos.co.id – Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Eddy Satriya mengatakan pemerintah terus berupaya membangkitkan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam rangka pemulihan ekonomi nasional di tengah Pandemi COVID-19.

Hal itu diungkapkannya saat diskusi FMB9 “Reformasi dan transformasi Ekonomi, secara virtual. Menurutnya di Indonesia ada sekitar 63 juta usaha mikro, 783 ribu usaha kecil, 60 ribuan usaha menengah dan 5 ribuan usaha besar.

“Dampak COVID-19 terhadap UMKM diantaranya, penjualan menurun dan bahan baku terganggu. Koperasi pun hampir sama situasinya. Sektor yang paling terdampak memang pada penyediaan akomodasi, makan dan minum, pedagang besar, eceran dan industri pengolahan,” jelasnya dikutip Sabtu (14/11/2020).

Kementerian Koperasi dan UKM pun telah melakukan langkah- langkah guna membangkitkan sektor UMKM. Di antaranya, bantuan sosial, relaksasi dan restrukturisasi kredit, insentif pajak, digitalisasi UMKM, pembiayaan modal kerja, aktivasi dan perluasan penyerapan pasar dan konsolidasi brand.

”Untuk menjaga perekonomian di tengah pandemi, Kementerian Koperasi dan UKM sudah menyediakan langkah- langkah. Di antaranya bagi UMKM yang sudah bangkrut itu harus dibantu dengan bantuan langsung tunai,” kata Eddy.

Sedangkan UMKM atau koperasi yang masih beroperasi akan direstrukturisasi mulai dari kreditnya, pinjaman, masa pembayaranya, serta diberikan subsidi bunga. Selain itu, disediakan juga bantuan yang diutamakan untuk sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan. Di mana sektor yang menjadi tulang punggung ini di kuartal II dan III mampu tumbuh positif.

Baca Juga :

Angka Kasus COVID-19 Masih Bertambah

Kemudian bertahap bantuan untuk usaha dibidang kesehatan misalnya, refleksi, salon dan lainnya. “Kita siapkan langkah- langkah itu. Kita juga menyiapkan keberlanjutan, salah satunya bagaimana kita branding UMKM ke depan,” jelas dia.

Pihaknya kata Eddy terus mendorong UMKM dapat mengoptimalkan teknologi digital agar dapat menjalankan usahanya dari rumah dan terhubung ke ekosistem digital.  Pasalnya, baru sekitar 14 persen UMKM di Indonesia yang terhubung dengan platform digital. ”Jadi sekitar delapan jutaan UMKM yang terhubung ke dunia digital ini yang harus kita tingkatkan,” pungkasnya. (dai)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.