Alexa Metrics

RCEP Ditandatangani, Wamendag: Ini Hasil Arahan Presiden

RCEP Ditandatangani, Wamendag: Ini Hasil Arahan Presiden RCEP

indopos.co.id – Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang sering disebut juga sebagai Mega-Free Trade Agreement (Mega FTA) akhirnya ditandatangani setelah dirundingkan lebih dari 8 tahun. Dicetuskan oleh Marie Elka Pangestu saat masih menjadi Menteri Perdagangan zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, RCEP diselesaikan dan ditandatangani di era Presiden Joko Widodo.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga yang diberi tugas oleh Presiden untuk percepatan perundingan dagang internasional sangat berbahagia dengan keberhasilan itu. Secara khusus, Jerry menyebut keberhasilan itu tidak lepas dari peran Presiden Jokowi.

Jerry mengatakan, presiden menguasai permasalahan perjanjian-perjanjian perdagangan termasuk RCEP sehingga arahan-arahannya bisa menyelesaikan isu-isu perundingan.

“Saya yang diberi tugas untuk mengawal RCEP ini sangat berterima kasih atas pendampingan dan arahan presiden tersebut,” ujarnya, dalam rilisnya, Minggu (15/11/2020).

Selain Presiden, Jerry juga berterima kasih kepada Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Selain itu, secara khusus ia menyebut nama-nama tim perunding Indonesia.

“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pak Iman Pambagyo, Dirjen (Direktur Jenderal) PPI yang selama 8 tahun menjadi Ketua Komite Perundingan RCEP. Lalu terima kasih juga kepada Ibu Donna Gultom, mantan Direktur Perundingan ASEAN Kemendag yang saat ini dilanjutkan oleh Bapak Antonius Yudi Triantoro, karena beliaulah yang membentuk dan memimpin tim perunding Indonesia. Banyak lagi yang harus diapresiasi, tetapi intinya ini adalah keberhasilan kita bersama,” beber Jerry.

RCEP adalah sebuah perjanjian perdagangan (FTA) yang melibatkan 15 negara yang mempunyai 29 persen penduduk dunia, 29 perusahaan PDB dunia dan 27 persen perdagangan dunia.

Jerry menyebut, RCEP merupakan jawaban atas berbagai tantangan global dan regional baik berupa kemajuan teknologi, trend perdagangan antar negara maupun konteks khusus seperti pandemi. Dia menyebut, Indonesia menjadi inisiator dan pendorong RCEP karena besarnya manfaat yang diraih.

“Pertumbuhan perdagangan Indonesia dengan negara-negara peserta RCEP terus meningkat, mencapai lebih dari 7 persen per tahun. Saat ini volumenya sudah lebih dari USD103 miliar. Jadi kita harus menjaga dan meningkatkan hubungan dengan negara-negara RCEP ini,” jelas Wamendag

Lebih lanjut Jerry mengajak semua stakeholders bekerja sama agar Indonesia bisa mengambil manfaat optimal dari RCEP. Bagi Jerry, keberhasilan penyelesaian perundingan dagang adalah tahap pertama. Tahap selanjutnya adalah bagaimana memanfaatkannya untuk meningkatkan ekspor nasional.(dai)



Apa Pendapatmu?