Alexa Metrics

Erick Thohir Diminta Copot Komisaris BUMN yang Berpolitik

Erick Thohir Diminta Copot Komisaris BUMN yang Berpolitik Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

indopos.co.id – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komaruddin meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk tidak ragu mencopot komisaris yang berpolitik. Hal itu ia lontarkan menanggapi usulan penggantian kabinet (reshuffle) yang dua kali disampaikan oleh Relawan Jokowi Mania (JoMan) beberapa waktu lalu.

”Komisaris BUMN yang sibuk berpolitik seharusnya diganti. Jika dibiarkan, selain tidak fokus pada pekerjaan yang diamanatkan kepadanya, imbasnya juga akan merugikan BUMN,” kata Ujang dalam keterangan kepada awak media di Jakarta, Selasa (17/11).

Pengamat politik Universitas Al Azhar Jakarta itu menambahkan, usulan reshuffle yang diajukan Ketua Umum Relawan JoMan Immanuel Ebenezer menurutnya kurang pantas dan tidak etis, karena mestinya dilakukan oleh pihak lain. Apalagi, Noel – sapaan Immanuel – saat ini menjabat Komisaris Independen di PT Mega Eltra, anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Menurut Ujang, relawan Jokowi tidak semestinya mengintervensi urusan Kabinet Indonesia Maju. Karena perihal reshuffle kabinet sepenuhnya merupakan wewenang dan hak prerogatif Presiden. ”Secara etika, apa yang dilakukan Noel jelas pelanggaran. Komisaris BUMN yang berasal dari partai politik saja harus mundur dari kepengurusan partainya,” tuturnya.

Itu sebabnya, lanjut Ujang, jangan salahkan kalau ada yang menuding tindakan Noel sebagai bentuk protes agar ada penambahan jatah komisaris bagi kelompoknya. ”Atau, jika dikaitkan dengan isu reshuffle, bisa dituduh mengusung agenda terselubung menuju 2024. Misal, mendorong konsolidasi kekuasaan sejak dari sekarang dengan mengincar pos-pos kabinet strategis,” imbuhnya.

Mengatasnamakan Ketua Relawan Jokowi Mania, Noel sebelumnya telah merekomendasikan kepada Presiden Jokowi untuk segera mengganti setidaknya 10 menteri. Alasan utamanya adalah kinerja menteri-menteri tersebut buruk berdasarkan hasil survei via telepon yang dilakukan JoMan. Namun Noel tidak menjelaskan secara detail seperti apa metodologi surveinya.

”Biar saja Jokowi yang atur reshuffle. Relawan mengawal saja. Jokowi punya perangkat untuk bisa menilai menterinya, mana yang baik dan mana yang tidak. Mana yang layak diganti dan mana yang tidak,” kata Ujang.

Daripada sibuk melontarkan isu reshuffle, masih menurut Ujang, lebih baik semua komponen pendukung Jokowi kompak bersinergi mengatasi krisis ekonomi dan krisis kesehatan yang sedang melanda negeri. Ditambahkan, semua pihak seharusnya menahan diri dan berkolaborasi untuk membangun bangsa, bukan malah ribut mencari posisi.

Terkait kenapa Menteri Erick Thohir seolah membiarkan aktivitas politik yang dilakukan komisaris BUMN, Ujang Komaruddin berpendapat, bisa jadi Erick enggan atau tidak ingin berurusan dengan mereka. ”Namun, karena imbasnya dapat memperburuk kinerja dan merugikan BUMN, Menteri Erick mestinya tidak perlu ragu menindak tegas komisaris yang sibuk berpolitik,” pungkasnya. (yay)



Apa Pendapatmu?