Yuk, Tanam Sayur Hidroponik untuk Ketahanan Pangan

indopos.co.id – Di masa pandemi COVID-19 ini, masyarakat luas tentu merasakan dampaknya. Sejurus dengan kekosongan waktu, bercocok tanam hidroponik, budidaya tanaman sayur dapat dilakukan disamping hasil panen bisa memperpanjang keberlangsungan hidup.

Untuk itu, Baznas Bazis DKI Jakarta berkolaborasi dengan Masjid Raya JIC membuka secara langsung green house tanaman hidroponik pada Rabu 18/11 di halaman Jakarta Islamic Centre, hadir KH. Luthfi Fatullah ketua Baznas Bazis DKI dan Ahmad Juhandi selaku kepala sekretariat PPPIJ.

Ahmad Juhandi menyebutkan, kepada Baznas Bazis DKI Jakarta yang telah memilih JIC sebagai tempat budidaya sayuran hidroponik. Diharapkan budidaya sayuran hidroponik ini bisa menjadi contoh untuk jamaah masjid JIC dan agar terealisasi juga di Masjid Raya JIC yaitu Masjid Raya Hasyim Asy’ari.

Menurutnya, hidroponik merupakan budidaya yang memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Berharap ini dapat bermanfaat untuk masjid Raya dan keberlangsungan budidaya sayuran.

“Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Kerjasamanya berupa pengadaan peralatan hidroponik disediakan oleh Baznas Bazis DKI. Sedangkan JIC menyediakan lahan dan tenaga untuk mengelola,” kata Rina Uswatun Hasanah selaku Ketua Tim Pelaksana Hidroponik JIC, Kamis (19/11/2020).

Senada dengan Rina Uswatun, Kepala Sekretariat PPPIJ menambahkan, pada hari ini KH. Luthfi Fathullah dan Baznas Bazis DKI memanen langsung sayuran yang sudah siap dipetik. “Beliau mengapresiasi kerja sama ini. Untuk sementara ada 10 masjid selanjutkan akan dikembangkan lebih banyak lagi kalau memang bermanfaat bagi ummat,” ungkapnya.

Baca Juga :

Buruh di Kabupaten Bekasi Bakal Dites Swab

KH Fathullah menambahkan, untuk sementara ada 10 masjid selanjutnya akan dikembangkan lebih banyak lagi kalau memang bermanfaat bagi ummat. “Kalau panen seperti ini dijual boleh gratis boleh tapi harus ada infaq agar untuk modal penanaman berikutnya,” tutupnya. (ibl)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.