Keamanan dan Kemanjuran Vaksin COVID-19 Tak Perlu Diragukan

indopos.co.id – Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Prof. Dr. dr. Cissy Kartasasmita , Sp.A (K), M.Sc, mengatakan, vaksin COVID-19 telah menunjukkan hasil yang baik pada uji klinik tahap satu dan dua.

Artinya, keamanan dan kemanjuran vaksin COVID-19 tidak perlu diragukan lagi. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang percaya terhadap mitos dan hoaks mengenai vaksin COVID-19. Hal ini yang kemudian dapat berakibat pada terhambatnya pengembangan vaksin COVID-19 di Indonesia.

“Sebagian besar masyarakat sudah mempercayai dan mengakui kegunaan vaksin COVID-19 bagi pencegahan infeksi menular. Tapi, masih ada juga yang meragukan keamanan dan kemanjuran vaksin yang masih dalam proses pengujian ini,” ujarnya kepada media, Jumat (20/11/2020).

Terdapat beberapa mitos yang beredar di tengah masyarakat mengenai vaksin COVID-19, yakni masyarakat tidak percaya terhadap keamanan dan kemanjuran vaksin yang saat ini sedang dalam tahap percobaan, serta terdapat efek samping yang berat hingga meninggal saat dilakukan penyuntikan kepada relawan.

“Keberhasilan uji klinik fase satu dan dua menarik minat lebih dari 2 ribu relawan untuk berpartisipasi pada uji klinik fase tiga di Bandung. Dari 2 ribu relawan itu, 1.620 relawan memenuhi syarat untuk berpartisipasi hingga saat ini telah selesai divaksinasi dan menunggu laporan hasil uji resminya,” jelas Prof Cissy.

Dalam hal ini, pemerintah perlu melakukan kolaborasi, terutama bersama para ahli dan dokter untuk menangani mitos dan hoaks mengenai vaksin COVID-19 yang saat ini tengah beredar. Klarifikasi diperlukan guna memberikan pemahaman dan fakta yang benar bagi masyarakat.

Media juga memiliki peran penting dalam menyosialisasikan informasi yang benar terkait vaksin COVID-19 ke masyarakat, sehingga tidak hanya membuat masyarakat lebih tenang, tapi juga dapat menangkis hoaks yang beredar.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati dalam membagikan informasi mengenai COVID-19 maupun vaksin COVID-19 kepada orang lain. Sebelum menyebarkan informasi, masyarakat harus pandai memastikan informasi yang benar. Hal yang tidak masuk akal harus ditinggalkan.

“Vaksin memang menjadi cara untuk terlindungi dari infeksi tertentu. Selagi menunggu vaksin, masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan menerapkan perilaku 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) secara disiplin,” pungkasnya.(rmn)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.