Alexa Metrics

Klinik dan DPP Tingkatkan Implementasi Sistem Antrean Online dan Mobile JKN Faskes

Klinik dan DPP Tingkatkan Implementasi Sistem Antrean Online dan Mobile JKN Faskes FASKES- Klinik Yadika Tegal Alur, Jakarta Barat.FOTO:IST

indopos.co.id – Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berbasis inovasi dan teknologi mutakhir menjadi andalan BPJS Kesehatan. Pandemi COVID-19 tidak menyurutkan BPJS Kesehatan untuk berkarya memberikan terbaik bagi peserta. Hal ini dibuktikan dari komitmen BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan provider dalam melakukan monitoring dan evaluasi sistem antrean online dan Mobile JKN Faskes.

”Monitoring dan evaluasi kali ini kami laksanakan bersama dengan klinik dan dokter praktik pribadi (DPP) yang ada di Wilayah Kota Administrasi. Per 1 November 2020, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat telah bekerja sama dengan 73 puskesmas, 49 klinik, 1 klinik TNI, 1 klinik Polri, dan 9 DPP. Semuanya berpartisipasi dalam implementasi sistem antrean online dan Mobile JKN Faskes,” tutur Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat Purwati, pada saat ditemui Senin (23/11/2020).

Purwati mejelaskan monitoring dan evaluasi implementasi antrean online serta Mobile JKN Faskes dilaksanakan secara rutin. Antrean Online membutuhkan dukungan dari Pihak FKTP. BPJS Kesehatan melakukan inventarisir atas kendala dan strategi agar implementasi di FKTP dapat dilaksanakan secara keseluruhan. Purwati mengutarakan apresiasi bagi klinik dan DPP yang telah bekerja sama dan mendukung BPJS Kesehatan dalam menyelenggarakan Sistem antrean online dan Mobile JKN Faskes.

”Uji coba telah berhasil kami laksanakan dan kami akan terus monitoring pelaksanaannya hingga 100 persen bagi klinik dan DPP wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat. Evaluasi yang kami laksanakan merupakan wadah bagi kami untuk mendengarkan aspirasi dan strategi yang dapat kami terapkan pada saat menghadapi kendala yang menjadi halangan,” tambah Purwati. Salah satu klinik di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat yang bekerjasama adalah Klinik Yadika Tegal Alur. Altter Tahya, salah satu dokter penanggungjawab dari Klinik Yadika Tegal Alur menceritakan pengalaman dan perkembangan mengenai sistem antrean online di Klinik Yadika Tegal Alur.
“Sebelum kami mengenal Sistem Antrean Online yang dikembangkan BPJS Kesehatan, kami memiliki sistem antrian melalui chat aplikasi WhatsApp. Jadi ketika ada sistem antrean online, kami mulai melakukan edukasi dan sosialisasi kepada peserta,” tutur Altter. Altter menceritakan dalam hal membiasakan peserta melakukan antrean dari chat WhatsApp ke sistem antrean online terintegrasi Mobile JKN menjadi tantangan bagi pihak Yadika Tegal Alur.

Namun, dengan upaya dan kesabaran dari para pegawai klinik sistem antrean online dapat diujicobakan. ”Kami sudah mensosialisasikan teknis pengoperasian Mobile JKN Faskes kepada dokter-dokter. Kami juga senantiasa mengingatkan para dokter kami untuk selalau mengaktifkan Mobile JKN Faskes agar dapat melayani peserta melalui Mobile JKN Faskes. Setelah ini kami juga berusaha untuk mensosialisasikan mengenai sistem antrean online dan Mobile JKN Faskes di media sosial kami,” tutup Altter. (dni/adl)



Apa Pendapatmu?