Alexa Metrics

BPJAMSOSTEK Gandeng SPMI Akuisisi Pekerja Musik di Seluruh Indonesia

BPJAMSOSTEK Gandeng SPMI Akuisisi Pekerja Musik di Seluruh Indonesia PERLINDUNGAN-Penandatanganan kerja sama antara BPJAMSOSTEK Cabang Jakarta Cempaka Mas dengan Solidaritas Pekerja Musik Indonesia (SPMI).FOTO:IST

indopos.co.id – Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Jakarta Cempaka Mas hari ini Senin (23/11/2020) menandatangani kerja sama dengan Solidaritas Pekerja Musik Indonesia (SPMI) tentang sistem keagenan Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai).

Salah satu wujud kerja sama tersebut adalah diberikannya kartu peserta secara simbolis kepada peserta baru BPJAMSOSTEK. Menurut Zuheri Ketua Umum SPMI (Solidaritas Pekerja Musik Indonesia) Zuheri, akan ada lebih dari 3.000 anggota yang akan terdaftar menjadi peserta BPJAMSOSTEK melalui SPMI. ”Akan banyak anggota kami yang akan terdaftar di BPJAMSOSTEK. Saya rasa anggota kami wajib terdaftar menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Selain manfaat cukup besar iuran sangat murah dengan cukup Rp16.800 saja sudah terlindungi saat bekerja maupun ketika risiko kematian,” ungkap Zuheri.

Dalam penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dari BPJAMSOSTEK dilakukan oleh Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Cempaka Mas Noro Fajar dan Zuheri. Noro Fajar mengungkapkan, kerja sama tersebut sangat penting bagi pertumbuhan perlindungan dari pekerja informal, khusunya pekerja musik yang tergabung dalam SPMI yang memiliki risiko yang cukup besar dalam bekerja. Noro Fajar mengatakan,

”Serahkan risiko-risiko yang muncul dalam bekerja kepada BPJAMSOSTEK, baik kecelakaan kerja, kematian maupun hari tua rekan-rekan, sehingga kesejahteraan seniman di Indonesia tetap terjaga. Kerja sama ini bukti bahwa negara hadir dalam perlindungan terhadap para pekerja musik,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Gambir Chairul Arianto. ”Kerja sama ini saya harap dapat langgeng, karena hal ini akan saling menguntungkan kedua belah pihak. Dari pihak BPJAMSOSTEK dibantu dalam hal kepesertaan dan SPMI mendapatkan tambahan penghasilan dari akuisisi kepesertaan,” ungkap Chairul Arianto, dalam sambutannya.

Chairul Arianto menegaskan banyak potensi yang belum dapat dijangkau oleh BPJAMSOSTEK. Untuk itu kerja sama tersebut merupakan memontum yang baik bagi para pekerja seni agar dapat mendapatkan perlindungan dari program perlindungan pemerintah. Menurutnya, banyak sekali manfaat program BPJAMSOSTEK. Salah satunya adalah beasiswa bagi dua orang anak hingga kuliah jika peserta meninggal dunia karena kecelakaan kerja maupun meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja dengan minimal iuran tiga tahun.

”Kapan lagi dengan hanya membayar iuran Rp 16.800 kita mendapat manfaat yang begitu besar. Jika kita menabung selama 208 tahun baru terkumpul Rp 42.000.000 itu, maka saran saya titipkan dana Rp 16.800 setiap bulannya kepada BPJAMSOSTEK agar kami yang mengelola dananya sehingga manfaat sepenuhnya akan kembali ke peserta,” pungkas Chairul Arianto.(dni/mdo)



Apa Pendapatmu?