Alexa Metrics

DPW PPP DKI Gelar Mukerwil dan LKKM, Banyak Digemari Generasi Z Milenial

DPW PPP DKI Gelar Mukerwil dan LKKM, Banyak Digemari Generasi Z Milenial warta 1

indopos.co.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta, menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil-IV) dan juga Latihan Kepemimpinan Kader Madya (LKKM) II. Tema dalam LKKM II kali ini yakni, “Penguatan Karakter Kader Partai Untuk Mengembalikan Kejayaan PPP DKI Jakarta. Hadir memberikan pengarahan dalam acara itu, Plt Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa.

Kepada wartawan, Ketua DPW PPP DKI Jakarta Abdul Aziz mengatakan, ada hal menggembirakan dari gelaran Mukerwil dan LKKM kali ini. Khususnya dalam LKKM terbukti bahwa, PPP ternyata sangat diminati oleh generasi millenial. Karena 80 persen peserta LKKM yang dilantik kali ini adalah Generasi Z yang berusia antara 20 hingga 25 tahun, dengan latar belakang beragam, mulai dari mahasiswa, pebisnis muda, pekerja digital kreatif, dan masih banyak lagi.

“Mereka-mereka inilah yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam membesarkan PPP, khususnya di DKI Jakarta,” ujar Azis, Senin (23/11/2020).

Azis mengatakan, dengan bergabungnya para Generasi Z ke PPP sekaligus menepis anggapan selama ini, bahwa partai ini kurang diminati generasi muda. Bahkan, para Generasi Z yang bergabung ke PPP DKI memberikan banyak ide-ide kreatif, yang nantinya akan difasilitasi dan dikembangkan bersama-sama. “Salah satunya adalah ide dalam hal digitalisasi program-program partai agar cakupannya lebih luas lagi dalam menyasar generasi millenial,” tutur Azis.

Kemudian, untuk Mukerwil, lanjut Azis, DPW PPP DKI merumuskan sejumlah rekomendasi. Di antaranya, adalah mengembalikan marwah Ulama dalam pengambilan keputusan dan kebijakan organisasi di partai. Dengan memberikan kewenangan pengambilan keputusan dan kebijakan itu, pada Majelis Syariah atau Majelis Pertimbangan yang memang diisi oleh para Ulama. Sehingga, pimpinan harian itu semata-mata hanya eksekutif partai atau pelaksana kebijakan, dan hanya pengambil keputusan harian/tekhnis pelaksana. “Jadi pengambilan keputusan strategisnya tetap ada di Majelis Syariah atau Majelis Pertimbangan yang memang diisi oleh para Ulama. Kita akan merekonstruksi sistem pengambilan keputusan yang lebih menitik beratkan pada putusan para Ulama,dan menempatkan pimpinan harian itu sebagai pelaksana atau petugas partai,” jelas dia.

Lebih lanjut kata Azis, pihaknya juga melakukan penajaman Kaderisasi. Lalu, perubahan struktur organisasi yang lebih solid, lebih lincah, dan aspiratif.

“Rumusan-rumusan rekomendasi ini nantinya akan dibawa oleh DPW PPP DKI Jakarta dalam Muktamar ke-9,” terang Azis.

Sementara itu, Bendahara DPW PPP DKI Jakarta Dedy Kurniawan menambahkan, kegiatan Mukerwil-IV dan LKKM II, digelar dengan menerapkan Protokol Kesehatan di Hotel Ussu, selama tiga hari, yakni Tanggal 21-23 November 2020. Kapasitas gedung sebanyak 350 orang, diisi hanya 120 orang saja dengan jaga jarak dan menggunakan masker. “Melalui kegiatan ini kami berharap PPP DKI akan semakin berjaya ke depannya,” tandas Dedy. (mdo)



Apa Pendapatmu?