Alexa Metrics

Pemuda Lintas Profesi dan Agama Rumuskan Gerakan Kebangsaan Indonesia

Pemuda Lintas Profesi dan Agama Rumuskan Gerakan Kebangsaan Indonesia Gerakan Kebangsaan (Gerbang) Indonesia.

iindopos.co.id – Kesadaran bela negara sebagai bentuk revolusi mental harus ditanamkan sedini mungkin. Inilah yang menjadi dasar tujuh penggerak segera merumuskan Gerakan Kebangsaan (Gerbang) Indonesia.

“Dua tahun lamanya kami berinisiasi membentuk wadah hingga menemukan formulanya. Gerbang Indonesia ini dirumuskan tujuh penggerak yang berbasis kepemudaan, profesional, politik, kewirausahaan, lingkungan, teknologi, keuangan dan perbankan,” jelas Wakil Ketua Umum Gerakan Kebangsaan Indonesia, Denny Agiel Prasetyo, kepada INDOPOS, Senin (23/11/2020)

Diskusi bertajuk ‘Sinerginya, Symphoni Kebangsaan Dalam Kebhinekaan dijadikan sebagai kesamaan cara pandang, kesamaan gagasan dan menyatukan semangat kebangsaan dalam sebuah kesepakatan bersama. Tujuannya tak lain untuk menyatukan pandangan di tengah perbedaan.

Ketua Harian Gerakan Kebangsaan Indonesia, M Basri menambahkan  Kegiatan ini akan dikuti berbagai unsur yaitu tokoh keagamaan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh kemahasiswaan, praktisi, wartawan, partai politik, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat umum dengan mengedepankan protokol kesehatan yang berlaku.

“Setiap masa generasi ada masanya dan setiap masa ada generasinta. Kita harus kelola sumber daya manusia untuk membangun Indonesia. Bagaimana masalah pertumbuhan ekonomi, sumber daya manusiadan mengelola sumber daya alam dengan baik,” jelasnya.

Marsudiyanto, salah tokoh muda yang mendukung terbangunnya kembali gerakan kebangsaan menilai, bahwa konsep kebangsaan yang perlu ditanam yakni keberagaman dan perbedaan dalam satu kesatuan atau Bhinneka Tunggal Ika.

Pasalnya, hal tersebut mencerminkan karakter bangsa yang diwujudkan dengan tujuan mempersatukan seluruh kemajemukan yang ada dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Melalui pemanfaatan gerakan kebangsaan, kita dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan menguatkan rasa Nasionalisme atau rasa kebangsaan dan cinta Tanah Air,” kata Marsudiyanto.

Selaras dengan konsep di atas, Johnson Silitonga yang juga aktif di dunia kepemudaan dan kemahasiswaan berharap dengan adanya kegiatan semacam ini dapat menumbuh suburkan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati satu sama lain.

“Selain itu juga dapat membangun karakter dan nilai ideologi bangsa dalam menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.(mdo)



Apa Pendapatmu?