Alexa Metrics

Berikut Lima Terobosan Seleksi Guru PPPK

Berikut Lima Terobosan Seleksi Guru PPPK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, pada acara pengumuman seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) digelar secara virtual, Senin (23/11/2020).

indopos.co.id – Melalui skema proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mulai dilakukan pada tahun 2021, Kemendikbud membuka kesempatan bagi 1 juta guru honorer dari sekolah negeri maupun swasta yang telah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapondik) serta lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang ingin menjadi ASN.

Program ini merupakan salah salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada peserta didik melalui peningkatan ketersediaan guru ASN. Setidaknya ada lima terobosan mekanisme seleksi guru PPPK yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat.

Pertama, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan formasi terbatas, batasan jumlah guru PPPK kali ini mencapai satu juta guru. “Tahun-tahun sebelumnya, banyak guru-guru honorer kita harus menunggu dan antre untuk membuktikan diri. Di tahun 2021, semua guru honorer dan lulusan Pendidikan Profesi Guru bisa daftar dan mengikuti seleksi,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, pada acara  pengumuman seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) digelar secara virtual, Senin (23/11/2020).dikbud.
Meskipun demikian, Mendikbud menegaskan tidak kompromi soal kualitas pendidik. “Hanya yang lulus seleksilah yang akan menjadi PPPK,” tegasnya.

Kedua, jika sebelumnya setiap pendaftar hanya diberikan kesempatan satu kali ujian seleksi per tahun, sekarang setiap pendaftar dapat mengikuti ujian seleksi sampai tiga kali. “Jika gagal pada kesempatan pertama, dapat belajar dan mengulang ujian hingga dua kali lagi di tahun yang sama atau tahun berikutnya,” jelas Mendikbud.

Sehubungan dengan persiapan ujian seleksi, Mendikbud menyampaikan terobosan ketiga. Sebelumnya, tidak ada materi persiapan bagi pendaftar. Kemendikbud ingin pastikan guru-guru hororer mendapat kesempatan yang adil, sehingga materi belajar daring dapat diperoleh semua peserta untuk membantu mempersiapkan diri buat ujian.

“Akan ada materi untuk guru honorer agar dapat mempersiapkan diri sebelum ujian. Standar ujian seleksi ini akan ditentukan dengan sangat matang untuk memastikan kualitas mutu pembelajaran anak-anak kita terus terjaga,” kata Mendikbud.

Keempat, jika dahulu pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran gaji peserta yang lulus seleksi, mulai tahun 2021 pemerintah pusat memastikan tersedianya anggaran bagi gaji semua peserta yang lulus seleksi guru PPPK.

Kelima, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana biaya penyelenggaraan ujian ditanggung pemerintah daerah, kini biaya tersebut akan ditanggung oleh Kemendikbud.

Mendikbud menekankan, proses ini merupakan seleksi masal yang akan dilakukan secara online di 2021. Pemerintah juga telah mempersiapkan bagi yang lolos seleksi tersebut, akan dijamin menjadi PPPK dan penganggarannya telah disiapkan.(mdo)



Apa Pendapatmu?