Alexa Metrics

Penanganan COVID-19 Pengaruhi Nilai Rupiah

Penanganan COVID-19 Pengaruhi Nilai Rupiah FULUS-Ilustrasi uang tunai pecahan Rp100 ribu.FOTO:IST

indopos.co.id – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.155 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (24/11/2020) sore. Posisi tersebut melemah 0,04 persen dibandingkan perdagangan Senin (23/11/2020) sore di level Rp14.149 per dolar AS.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.196 per dolar AS, atau melemah dibandingkan posisi akhir pekan lalu yakni Rp14.164 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat, yen Jepang naik 0,25 persen, dolar Singapura menguat 0,22 persen, dan dolar Taiwan menguat 0,004 persen.

Selanjutnya peso Filipina menguat 0,13 persen, rupee India menguat 0,16 persen, yuan Tiongkok menguat 0,17 persen, ringgit Malaysia naik 0,11 persen dan bath Thailand menguat 0,03 persen. Hanya won Korea Selatan yang terpantau melemah 0,10 persen.

Sementara itu, mata uang di negara maju bergerak bervariasi. Poundsterling Inggris bergerak melemah 0,38 persen dan dolar Australia melemah 1,00. Sebaliknya franc Swiss naik 0,44 persen dan dolar Kanada naik 0,30 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah masih disebabkan oleh masih tingginya kasus harian COVID-19 di Indonesia. Padahal, dalam pertemuan negara-negara G-20, Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang ekonominya cukup stabil setelah Tiongkok.

“Informasi ini harus dijadikan cambuk agar permasalahan COVID-19 cepat bisa teratasi seperti bagaimana Tiongkok bisa mengatasi pandemi COVID-19 di Wuhan,” ucapnya. Menurut Ibrahim, Tiongkok begitu sigap dalam penanganannya sehingga penyebaran COVID-19 tidak menyebar ke provinsi-provinsi lainnya dan bisa teratasi dalam waktu yang relatif cepat. “Hal ini yang seharusnya menjadi konsentrasi pemerintah Indonesia guna untuk mengatasi dan menanggulangi COVID-19 cepat teratasi,” tegasnya.

Di sisi lain, penguatan sejumlah mata uang di Asia didorong oleh kabar baik tentang vaksin COVID-19 yang rencananya akan diluncurkan sebelum Natal. AS telah mengatakan mereka kemungkinan akan memulai vaksinasi menggunakan vaksin Pfizer Inc sekitar 12 Desember, sementara calon vaksin Moderna Inc dan AstraZeneca diharapkan disetujui oleh berbagai pihak.
Selain itu aktivitas bisnis AS telah tumbuh pada tingkat tercepat dalam lima tahun pada bulan November, dengan indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur sebesar 56,7.

“PMI jasa juga melebihi ekspektasi, naik menjadi 57,7 di bulan November,” ujar Ibrahim.
Dalam perdagangan untuk perdagangan besok, kata Ibrahim, rupiah kemungkinan dibuka fluktuatif tetapi menguat tipis sebesar 10-50 poin. “Rupiah berpotensi bergerak di rentang level Rp14.135 per dolar AS sampai Rp14.160 per dolar AS,” cetusnya.(dni)



Apa Pendapatmu?