Alexa Metrics

Wali Kota Resmikan Laboratorium Layanan PCR dan Fasilitas Operasi Jantung di Siloam Hospital Balikpapan

Wali Kota Resmikan Laboratorium Layanan PCR dan Fasilitas Operasi Jantung di Siloam Hospital Balikpapan Foto istimewa

indopos.co.id – Layanan pemeriksaan, tes polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi virus Corona (Covid-19) di Kota Balikpapan bertambah. Penambahan itu seiring dibukanya laboratorium PCR di Siloam Hospital Balikpapan (SHBP). Fokus layanan PCR swab test, antigen swab test, rapid test, dan tes serologi.

Kolaborasi ini digagas oleh Group Royal Golden Eagle (RGE) yang diwakili oleh PT. ITCI Hutani Manunggal (IHM) bersama Siloam Hospital Balikpapan. Selain peningkatan layanan melalui laboratorium PCR, Siloam Hospitals Balikpapan turut meningkatkan fasilitas ruang operasi bedah jantung melalui kelengkapan layanan dengan teknologi terkini.

“Saya memberikan apresiasi atas kolaborasi yang telah dilakukan manajemen Siloam Hospitals Balikpapan guna peningkatan layananan kesehatan di kota Balikpapan. Terlebih dimasa Pandemi Covid-19 ini, pencegahan, pengentasan Pandemi dan layanan kesehatan harus dilakukan sebaik dan secepat mungkin. Adanya Kolaborasi ini kami harapkan dapat sebagai contoh guna peningkatan akses kesehatan,” ujar Walikota Balikpapan H.Rizal Effendy dalam keterangan di Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Dengan menjalankan protokol kesehatan yang sangat ketat, kegiatan peresmian turut dihadiri jajaran Muspida (Komandan Kodim, Kapolsek setempat) dan kadis kesehatan Kota Balikpapan. Laboratorium PCR Siloam Hospitals Balikpapan ini dibangun memanfaatkan area lantai 1 Siloam Hospital Balikpapan. Kapasitas pemeriksaan sejumlah 90-180 spesimen per hari.

Proses pemeriksaan selesai satu hingga tiga hari. Selain laboratorium PCR, pelayanan bedah jantung terbuka turut ditingkatkan. “Di masa pandemi Covid-19, tindakan operasi oleh Siloam Hospitals Balikpapan, khususnya bedah jantung terbuka, tetap bisa dilakukan dengan aman dan tepat karena jaringan rumah sakit Siloam menjalankan protokol kesehatan bagi pasien dan tenaga medis untuk memastikan keamanan dan kesehatan bersama. Masyarakat tidak perlu menunda atau merasa takut untuk menjalani operasi jantung karena kesehatan jantung adalah kondisi kesehatan yang harus segera ditangani secara cepat dan tepat,” tutur Direktur Utama Siloam Hospitals Balikpapan, dr. Danie Poluan, M. Kes.

Ia menambahkan, selain pasien, dokter dan petugas kesehatan, staf lainnya di SHBP turut melakukan kegiatan skrining dan pemeriksaan Covid-19 secara berkala. Hal ini untuk memastikan kesehatan dan keamanan dilingkungan manajemen rumah sakit dan pasien.

Melalui kegiatan peresmian, khususnya peningkatan fasilitas kamar operasi bedah jantung, Siloam Hospital Balikpapan senantiasa melayani dan menjawab kebutuhan masyarakat yang memerlukan tindakan operasi jantung, pelayanan konsultasi, penjadwalan bedah jantung, persiapan, rujukan serta tindakan lainnya. “Kami akan terus memastikan pasien bisa mendapatkan penanganan jantung secara maksimal,” katanya.

Perlu diketahui, penyakit jantung merupakan salah satu masalah kesehatan utama dan penyebab nomor satu kematian di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Sekitar 31 persen dari seluruh kematian di dunia, atau sekitar 8,7 juta, disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat sebanyak 1,5 persen atau 15 dari 1.000 penduduk Indonesia menderita penyakit jantung koroner.
(mdo)



Apa Pendapatmu?