Alexa Metrics

Kapolri: Pembinaan Personel Mengacu Reward and Punishment Tidak Ada Lagi Anjak

Kapolri: Pembinaan Personel Mengacu Reward and Punishment Tidak Ada Lagi Anjak Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis.

indopos.co.id – Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menegaskan saat ini tidak ada lagi anggota polisi yang menjadi Analis Kebijakan (Anjak) atau menganggur setelah mereka lulus sekolah. Semua kata dia sudah ditempatkan sesuai dengan kompetensinya masing-masing.

“Pembinaan personel mengacu pada reward and punishment. Dan di era Bapak Kapolri Jenderal Idham Azis tidak ada anjak lagi, semua sudah ditempatkan sesuai dengan kompetensinya,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono seusai menerima arahan Kapolri di acara Apel Kasatwil 2020 bersama 34 Kapolda di Mabes Polri, Rabu (25/11/2020).

Menurut Argo, perombakan personel ini merupakan salah satu program Kapolri untuk membenahi intenal Polri. Intinya SDM Polri bertekad agar semua personel Polri mengabdi secara optimal.

“Biasanya setelah lulus sekolah para kombes harus menunggu 1 hingga 2 tahun untuk dapat job. Sekarang tidak lagi. Mereka yang lulus sekolah langsung diberi job,” ungkapnya.

Lebih jauh jenderal bintang dua ini mengungkap perombakan manajemen organisasi ini merupakan penguatan Polri yang profesional, modern dan terpecaya (Promoter). “Ini merupakan implementasi satu dari tujuh program prioritas Kapolri dalam mewujudkan SDM unggul,” tandas Argo.(gin)



Apa Pendapatmu?