Alexa Metrics

Sepuluh Kepala Daerah Sukseskan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Sepuluh Kepala Daerah Sukseskan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Foto istimewa

indopos.co.id – Sepuluh kepala daerah di Indonesia mendeklarasikan dukungan terhadap percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) pada hari ini secara virtual.

Deklarasi tersebut merupakan bagian dari Program Peningkatan Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Masyarakat Sipil untuk Melokalkan dan Mencapai TPB (PEDULI SDGs). Program inimerupakan kerjasama Bandung Trust Advisory Group (B_Trust) dan Uni Eropa dengan 10 Pemerintah Kabupaten di Indonesia yang tersebar di 5 Provinsi.

Program PEDULI SDGs bertujuan untuk membangun kapasitas kolektif Pemerintah Daerah, Organisasi Masyarakat Sipil, dan kelompok masyarakat (perempuan, kaum muda, dan penyandang disabilitas) dalam melokalkan dan melaksanakan TPB di 10 Kabupaten.

Di antaranya Kabupaten Cilacap, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Berau.

Program ini juga melibatkan 10 pemerintah kabupaten, 30 organisasi masyarakat sipil di 10 daerah sasaran program, 30 pemerintah desa, dan 90 pendamping masyarakat di 30 desa selama 3 tahun (2020-2023).

Direktur Senior B_Trust Siswanda Harso Sumarto mengatakan, bahwa TPB merupakan tujuan yang telah disepakati oleh kepala pemerintahan negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan pelestarian lingkungan.

“TPB berisi 17 tujuan dan 169 target yang diharapkan dapat tercapai pada tahun 2030. Pencapaian TPB hanya dapat dilakukan bila dilokalkan di tingkat daerah,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Mengingat pentingnya peran pemerintah daerah dalam pencapaian TPB, menurutnya, program PEDULI SDGs ditujukan untuk mendampingi daerah sasaran dalam menyusun peta jalan/ pedoman dengan melokalkan nilai-nilai TPB dan mengadaptasi nilai-nilai tersebut ke dalam perencanaan pembangunan daerah.

Selain itu, lanjut dia, program ini juga bertujuan untuk membangun kapasitas dan kemitraan multipihak yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil (OMS), pendamping masyarakat desa, dan pemerintah desa untuk berkolaborasi dalam proses pembangunan di daerahnya.

“Deklarasi hari ini merupakan penegasan komitmen para pemimpin daerah untuk berkolaborasi dalam membangun daerahnya sesuai dengan arah pembangunan yang selaras dengan tujuan global TPB,” jelasnya.

Senada dengan itu, Plt. Deputi Bidang Ekonomi/Staf Ahli Menteri Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan, Kementerian PPN (Kepala Sekretariat Nasional SDGs) Amalia Adininggar Widyasanti menuturkan, bahwa salah satu faktor keberhasilan pencapaian TPB di Indonesia adalah sejauh mana penerapan nilai-nilai TPB tersebut di tingkat daerah.

“Nilai-nilai TPB harus dapat tergambarkan secara jelas dalam rencana pembangunan daerah. Oleh karena itu, nilai-nilai TPB dan perencanaan pembangunan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” katanya.

Dia menambahkan, di era otonomi, pemerintah kabupaten menjadi ujung tombak pembangunan nasional, sehingga kesuksesan pencapaian TPB secara nasional sangat bergantung pada kemampuan daerah dalam menerjemahkan tujuan global TPB ke dalam perencanaan pembangunan.

Dalam sambutannya, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E. Vincent Piket menyatakan bahwa Uni Eropa dan negara-negara anggotanya berkomitmen penuh untuk menjadi yang terdepan dalam mendukung negara-negara mitra dalam pelaksanaan Agenda 2030. Untuk Pembangunan Berkelanjutan. Secara global, total pendanaan pembangunan Uni Eropa pada tahun 2019 berjumlah EUR 75,2 miliar, naik 1,06 persen dibandingkan tahun 2018.
(mdo)



Apa Pendapatmu?