Alexa Metrics

Rakor Pembina Samsat 2020, Satukan Layanan Sistem di Era Digital

Rakor Pembina Samsat 2020, Satukan Layanan Sistem di Era Digital Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri Brigjen Pol Yusuf, SIK.

indopos.co.id – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar rapat koordinasi pembina Samsat tingkat nasional 2020 untuk menyatukan persepsi dalam mewujudkan pelayanan Samsat di era digital. Rakor akan berlangsung tanggal 26-27 November 2020 di JW Marriott Hotel Kuningan Jakarta.

Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri, selaku Ketua Panita Pelaksanaa Brigjen Pol Yusuf, SIK, MSi mengatakan, Rakor yang digelar setiap tahun ini sekaligus untuk mengevaluasi, menganalisis pelaksanaan pelayanan Samsat di seluruh Indonesia, agar ke depan lebih baik.

Rakor juga akan dihadiri perwakilan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara serta stakeholder lain terkait.

Dikatakan, Rakor bertujuan membangun sinergitas antar pemangku kepentingan dalam upaya menyadarkan masyarakat untuk memenuhi kewajiban sebagai pemilik kendaraan.

Antara lain, kewajiban membayar pajak, memperpanjang masa aktif STNK sebelum habis masa berlakunya, dan mengganti nama pemilik kendaraan jika membeli kendaraan bekas dari orang lain.

Dikatakan, dari tahun ke tahun perkembangan Samsat cukup menggembirakan. Namun demikian kita harus tetap berusaha untuk selalu meningkatkan penerapan pengelolaan sistem digitalisasi.

Apalagi zona integritas di pelayanan Samsat juga menunjukkan kemajuan. Ini semua tidak terlepas dari adanya konsentrasi pelayanan berbasis teknologi informasi.

Lebih lanjut Brigjen Pol Yusuf, mengatakan, di era digital, layanan berbasis teknologi atau layanan online tidak bisa ditawar lagi dan mendesak untuk dilakukan.

Layanan Samsat digital adalah jawaban terhadap kebutuhan perkembangan zaman serta untuk menguatkan sinergi antar lembaga. Sekaligus mensinkronisasikan Samsat atau sistem administrasi manunggal yang bersifat satu atap bagi pemilik kendaraan bermotor.

Terobosan ini diharapkan antara pemerintah daerah, kepolisian dalam hal ini Korlantas Polri, Jasa Raharja ada sinergi, inovasi yang nantinya bisa dilaksanakan seluruh Samsat di Indonesia.

Layanan Samsat digital, masyarakat akan lebih dipermudah. Selain juga meningkatkan kualitas pelayanan pada publik. Dan, manfaatnya bukan saja untuk masyarakat, tetapi juga untuk pemerintah daerah, kepolisian dan Jasa Raharja.

Terlebih lagi, tandasnya, Presiden Joko Widodo sudah mengeluarkan Perpres Nomor 5 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap Kendaraan Bermotor.

Perpres itu, setidaknya jadi instrumen dan kesempatan bagi otoritas terkait untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, pelayanan, ketaatan, dan kepatuhan masyarakat. Dengan sistem yang terintegrasi, terbuka secara online, serta didukung dengan program yang sudah dirintis, maka akuntabilitas layanan bisa terbangun.

Untuk itu, adanya sistem informasi pelayanan publik, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan segala informasi mengenai pelayanan publik di jajaran Samsat, mulai dari jenis layanan, mekanisme, biaya dan informasi lainnya. Sistem ini merupakan salah satu layanan berbasis digital.

Mantan Dirlantas PMJ berharap, sistem ini akan menjadi portal atau pintu gerbang big data informasi pelayanan publik yang terintegrasi secara nasional.

Selain itu, juga diharapkan mampu menjawab tantangan jajaran Samsat di era digital saat ini untuk bisa mengubah atau mentransformasi ruang lingkup penyelenggaraan pelayanan publik secara efektif, efisien dan terintegrasi secara nasional.

Harus kita akui, implementasi kebijakan pelayanan publik di Samsat belum berjalan dengan optimal. Masih ada Samsat yang memiliki aplikasi secara parsial dan belum terintegrasi dengan baik. Oleh karena itu, sistem ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan untuk mengintegrasikan seluruh informasi mengenai layanan publik.

Dikatakan, selaku penyedia jasa layanan, kita harus siap menghadapi era digital. Teknologi informasi adalah suatu keniscayaan. “Ketika masyarakat berorientasi pada information technology (IT) oriented, maka kita harus lebih mampu melayani masyarakat dengan sistem informasi yang berpijak pada IT tersebut’”pungkasnya. (gin)



Apa Pendapatmu?