Alexa Metrics

PMI Meninggal Kecelakaan Kerja, BPJAMSOSTEK Berikan Santunan

PMI Meninggal Kecelakaan Kerja, BPJAMSOSTEK Berikan Santunan MANFAAT- Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto menyerahkan santunan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada ahli waris PMI, di Kantor Unit Layanan BP2MI Kota Jakarta.FOTO:IST

indopos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menyerahkan santunan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan secara simbolis kepada para ahli waris PMI (Pekerja Migran Indonesia). Santunan tersebut baik berupa manfaat dari risiko meninggal dunia disebabkan sakit maupun risiko meninggal dunia karena kecelakaan kerja.

Acara tersebut dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Migrant Day 2020, yang diselenggarakan oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Kantor Unit Layanan BP2MI Kota Jakarta belum lama ini. Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto yang didampingi Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah DKI Jakarta Cotta Sembiring.

Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Ceger Dani Santoso, yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan BPJAMSOSTEK berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan kepada para pekerja migran. ”Perlindungan ini merupakan bentuk kehadiran negara guna menjamin hak, kesempatan, dan memberikan pelindungan bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak, baik di dalam maupun di luar negeri,” ujar Dani.

Menurut Dani, melalui prinsip tersebut, BPJAMSOSTEK menjamin secara penuh nilai manfaat yang akan diterima oleh peserta maupun ahli waris apabila peserta mengalami risiko kecelakaan kerja dan kematian. Begitu pula risiko lain yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2018 tentang Jaminan Sosial Pekerja Migran Indonesia.

Hal tersebut dibuktikan dengan penyerahkan santunan kematian oleh BPJAMSOSTEK bersama Kepala BP2MI kepada seorang PMI yang mengalami JKK. PMI tersebut mengalami cacat fungsi dan mendapatkan manfaat sebesar Rp57.730.000. Sedangkan satu orang PMI yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja masing-masing memperoleh santunan sebesar Rp85 juta. ”Bagi mereka yang memiliki anak usia sekolah akan mendapat beasiswa sampai dengan perguruan tinggi dengan total beasiswa sebesar Rp34juta untuk setiap anaky ang diberikan kepada anak dari PMI yang meninggal akibat kecelakaan kerja,” cetusnya.

Dani mengatakan, pelindungan PMI bertujuan untuk menjamin pemenuhan dan penegakan hak asasi manusia sebagai warga negara. Begitu pula untuk menjamin pelindungan hukum, ekonomi, dan sosial PMI dan keluarganya. ”Jaminan sosial merupakan salah satu bentuk pelindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak,” ujarnya.

Dani mengatakan pihaknya selama ini bermitra dengan baik dengan BP2MI dalam tugas-tugas sosialisasi, akuisisi, dan layanan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan terhadap PMI. Sementara itu dalam rangka memperingati Hari Pekerja Migran Indonesia, BP2MI melakukan kunjungan ke daerah-daerah kantung-kantung PMI di Pulau Jawa dengan mengusung tema BP2MI Bergerak, Mewujudkan Pekerja Migran Indonesia dan Keluarga yang Merdeka dan Sejahtera.(dni/mdo)



Apa Pendapatmu?