Alexa Metrics

SMA Binus Serpong Raih Juara Satu Kompetisi Ide Bisnis Sosial KIWI Challenge 2020

SMA Binus Serpong Raih Juara Satu Kompetisi Ide Bisnis Sosial KIWI Challenge 2020 Kompetisi Ide Wirausaha Indonesia Challenge 2020.

indopos.co.id – Sekolah Menengah Atas (SMA) Binus Serpong berhasil memenangkan kompetisi ide bisnis sosial untuk pelajar SMA se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) bernama KIWI (Kompetisi Ide Wirausaha Indonesia) Challenge 2020 yang diselenggarakan oleh Education New Zealand, Kopi Tuli, dan Lincoln University New Zealand.

Babak final KIWI Challenge 2020 diselenggarakan secara daring dan disiarkan langsung melalui kanal Facebook Kedutaan Besar New Zealand di Indonesia pada Minggu, (22/11/2020).

‘’Kami sangat senang memenangkan kompetisi ini karena bisa mendapat banyak pengalaman berharga sebagai calon entrepreneurs. Selain itu, kami juga bisa mengasah berbagai kemampuan. Mulai dari mengembangkan ide, menyusun rencana, serta membuat presentasi yang mudah dipahami oleh para juri. Untuk ide bisnisnya sendiri, kami mengangkat tema diversifikasi pangan. Yakni pengembangan hidangan berbasis sagu bernama Let’Sago yang diharapkan bisa menjadi solusi dari krisis pangan di Indonesia,’’ ungkap Jocelyn Rose Adiwinata, siswa BINUS Serpong yang tergabung dalam tim Let’Sago.

Kompetisi yang mengusung ide bisnis sosial di bidang pertanian ini telah dimulai sejak 12 Oktober 2020 lalu. Setiap sekolah dapat mengirimkan maksimal tiga tim dan setiap tim diwajibkan untuk membuat video ide bisnis berdurasi tiga menit.

Panitia lalu menjaring enam tim terbaik untuk masuk ke tahap final, antara lain. Binus Serpong dengan ide bisnis Let’Sago. Insan Cendekia Madani dengan ide bisnis AgriPro. Insan Cendekia Madani dengan ide bisnis AutoTani. Insan Cendekia Madani dengan ide bisnis Zetani. SMAN 6 Jakarta dengan ide bisnis Ecoplants. Dan Springfield School dengan ide bisnis Self-Sustaining Hydroponics.

Setelah terpilih sebagai finalis, mereka juga mendapatkan pendampingan berupa sesi virtual Masterclass bertema kewirausahaan dari para akademisi Lincoln University, yakni Prof. Christopher Gan, Direktur Program Magister Bisnis (Keuangan), dan Dr Ani Kartikasari, Direktur Yunus Centre for Social Business dua minggu sebelum final diselenggarakan.

Tidak hanya itu, para finalis juga didampingi oleh tiga mentor mahasiswa asal Indonesia yang sedang menempuh studi di Lincoln University. Para mentor bisa memberikan masukkan seputar rencana bisnis dan tips agar para finalis tampil maksimal saat bertarung di tahap final.

Final KIWI Challenge 2020 dibuka secara resmi oleh Duta Besar New Zealand untuk Indonesia, Dr Jonathan Austin, melalui rekaman video. Mewakili Kedutaan Besar New Zealand di Indonesia, dia mengucapkan terima kasih kepada Education New Zealand, Lincoln University, dan Kopi Tuli karena telah berkolaborasi untuk membuat inisiatif yang bermanfaat seperti KIWI Challenge 2020.

“Seperti yang kita semua tahu, pertanian merupakan sektor yang sangat penting bagi Indonesia dan New Zealand,’’ kata Dr Jonathan Austin.

Ada tiga kriteria utama yang dinilai oleh para juri. Pertama, kemampuan para finalis untuk menarik perhatian para juri dan audiens. Kedua, kriteria dengan bobot penilaian paling tinggi, adalah konten atau ide bisnis itu sendiri.

Apakah ide bisnis yang ditawarkan oleh para finalis kreatif, inovatif, dapat diiplementasikan, serta mampu memecahkan tantangan sosial. Ketiga, storytelling skills atau kemampuan finalis dalam mempresentasikan ide bisnisnya secara percaya diri, jelas, dan terstruktur. Dari ketiga penilaian utama tersebut, tim dari Binus Serpong dianggap paling memenuhi syarat sehingga dinobatkan sebagai pemenang. Sebagai juara pertama, mereka berhak atas voucher senilai Rp5 juta.(mdo)



Apa Pendapatmu?