Alexa Metrics

Waskita Karya Agresif Bangun Infrastruktur Jawa Timur 

Waskita Karya Agresif Bangun Infrastruktur Jawa Timur  Direktur Operasi II PT Waskita Karya Bambang Rianto, Direktur Teknik PT Waskita Bumi Wira Norman Hidayat, Direktur Utama PT Waskita Karya Destiawan Soewardjono (kiri ke kanan) saat mengunjungi Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), di Surabaya, Jatim, Kamis (26/11/2020). Foto: Istimewa

indopos.co.id – PT Waskita Karya (WSKT) semakin ekspansif mengembangkan infrastruktur di Jawa Timur (Jatim). Setidaknya, perusahaan menggarap tiga ruas tol. Meliputi, ruas Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sepanjang 38,29 kilometer (km) dengan nilai investasi Rp12,22 triliun.

Selanjutnya, ruas Tol Pasuruan-Probolinggo sepanjang 43,75 km dengan nilai investasi Rp6,36 triliun. Ketiga, ruas Tol Probolinggo-Banyuwangi dengan nilai kontrak mencapai Rp1,05 triliun.

Pembangunan Jalan Tol KLBM akan memberi aksesibilitas atau mobilisasi sangat baik bagi kendaraan logistik ke kawasan industri Java Integrated and Ports Estate (JIIPE), merupakan kawasan industri terintegrasi pertama di Indonesia dan terbesar di Jatim.

”Tol KLBM akan menjadi backbone pada jalur logistik di Jatim,” tutur Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono, di Surabaya, Jatim, Kamis (26/11/2020).

Pembangunan Tol KLBM terdiri atas empat seksi. Pada Seksi 1 Krian-Kademean Mengganti sepanjang 9,77 km dengan progres konstruksi mencapai 100 persen. Seksi 2 Kademean Mengganti Boboh sepanjang 8,83 km progres konstruksi mencapai 100 persen.

Seksi 3 Boboh-Bunder sepanjang 10,40 km progres konstruksi telah mencapai 100 persen. Sementara untuk Seksi 4 ruas Bunder-Manyar belum bisa dipastikan kapan rampung lantaran terhambat Pandemi COVID-19, sehingga alokasi anggaran untuk melanjutkan pengerjaannya terkena refocusing.

Untuk pembangunan ruas Tol Pasuruan-Probolinggo terdiri atas 4 Seksi. Pada Seksi 1-3 telah beroperasi. Sedang Seksi 4 masih dalam proses konstruksi.

Ruas tol ini, memberi aksesibilitas atau mobilisasi sangat baik bagi kendaraan logistik. Meningkatkan produktivitas kegiatan, menciptakan kebangkitan perekonomian, dan menciptakan lapangan kerja. Dalam proyek ini pemegang konsesi PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol.

Sementara, perkembangan proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi lama pengerjaan akan dilakukan 730 hari kalender. Ruas ini nanti akan dikelola PT Jasa Marga (JSMR). Di mana, Waskita bertindak sebagai kontraktor pada paket I ber-JO dengan PT Wijaya Karya (WIKA).

”Untuk kontrak paket ini sudah dapat namun Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) masih menunggu Jasa Marga,” beber Destiawan.

Sinergi perusahaan dalam proyek ini dengan pemerintah setempat untuk meningkatkan keterlibatan pengusaha, mitra setempat, lokal khususnya UMKM. Mempekerjakan masyarakat sekitar sebagai karyawan kontrak proyek dengan kemampuan dan kompetensi sesuai bidang. Waskita juga mengakomodir UMKM melalui program Pasar Digital UMKM Indonesia (PADI).

Strategi Waskita antara lain memastikan pekerjaan di lapangan sesuai spesifikasi yang diisyaratkan. Menerapkan Gugus Kendali Mutu (GKM) pada setiap pekerjaan dengan tujuan hasil pekerjaan terukur sesuai spesifikasi.

”Perbanyak pemasangan rambu-rambu batas kecepatan maximal dalam berkendara. Mengedepankan Quality Health Safety Environment (QHSE) sebagai kebutuhan utama dalam melaksanakan pekerjaan,” ucapnya.

Waskita terus menjaga kerberlanjutan usaha. Tahun ini, Waskita memproyeksi potensi pengembangan bisnis beberapa tahun ke depan mencapai Rp92 triliun. Potensi pengembangan bisnis lima tahun ke depan itu, meliputi proyek di Jawa yakni infrastruktur, konektivitas dan pipanisasi senilai Rp49 triliun.

Selanjutnya, potensi proyek di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Sulawesi untuk infrastruktur konektivitas dan EPC senilai Rp20 triliun. Nilai proyek dikembangkan entitas anak usaha, PT Waskita Realty yakni Waskita Modern Realti (Jawa Barat). Waskita Realty bermitra dengan Grup Modern Land akan mengembangkan kawasan seluas 600 hektare (ha) sebagai hunian dan commercial center.

Waskita tergabung dalam konsorsium bersama BUMN lain yaitu Jasa Marga, Adhi Karya, Pembangunan Perumahan dan Brantas Abipraya telah meneken Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen pada 13 November 2020 lalu. ”Proyek tol sepanjang 75,8 km itu, memiliki nilai investasi Rp14 triliun,” tegas Destiawan.

Sementara potensi ekspansi ke pasar luar negeri diproyeksikan senilai Rp71 triliun. Antara lain ke Timur Tengah, Afrika, potensi pasar Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Tahun ini, Waskita mematok nilai kontrak baru Rp26,8 triliun. Hingga Oktober raihan kontrak baru mencapai Rp15 triliun. Raihan nilai kontrak baru paling besar dari pembangunan tol, bendungan, irigasi, perkuatan pantai di DKI, Sewerage di Jambi, dan gedung.

Dalam proses pengerjaan sejumlah proyek itu, Waskita bersinergi dengan anak perusahaan yaitu Waskita Precast, salah satu manufaktur terbesar di Indonesia dalam menyuplai produk precast dan readymix berkualitas. Sinergi ini didukung dengan lokasi 9 Plant dan Batching Plant Waskita Precast tersebar di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi sehingga proses pengiriman produk lebih mudah dan cepat.

Sekadar diketahui, Waskita memiliki enam lini bisnis. Yaitu konstruksi, bidang investasi terdiri dari jalan tol, realty dan infrastruktur non-jalan tol. Bidang industri yaitu beton precast dan pabrikasi baja. Keenam lini bisnis itu, didukung anak-anak perusahaan. Misalnya, Waskita Toll Road, Waskita Karya Realty, Wasita Beton Precast, dan Waskita Karya Infrastruktur.(mdo)



Apa Pendapatmu?