Alexa Metrics

KPK Terus Buru Dua Tersangka Kasus Suap Menteri KKP

KPK Terus Buru Dua Tersangka Kasus Suap Menteri KKP Andreau Pribadi Misanta, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Foto: Instagram Andreau Pribadi Misanta.

indopos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK masih memburu dua tersangka kasus suap dengan tersangka utama Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Dua tersangka yang sedang diburu itu adalah staf khusus Edhy yang bernama Andreau Pribadi Misanta dan Amiril Mukminin.

”Dua orang Tersangka belum dilakukan penahanan. KPK mengimbau kepada dua tersangka, APM (Andreau Pribadi Misanta) dan AM (Amiril Mukminin), untuk segera menyerahkan diri,” ujar Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di gedung KPK, Rabu (25/11/2020).

Pada Pemilu 2019 lalu, Andreau tercatat pernah menjadi caleg untuk DPR RI dari PDI Perjuangan Dapil VII Jawa Barat dengan nomor urut 10, namun gagal ke Senayan.

Selain pernah menjadi caleg, Andreau menjadi anggota tim pemenangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Dalam akun Instagram-nya, Andreau memajang swafoto bersama Presiden Joko Widodo dan ketua tim kampanye saat itu, Erick Thohir. Andreau juga memamerkan foto bersama politikus senior PDIP, Aria Bima, yang ia sebut sebagai mentor dalam berpolitik.

Dalam biodata sebagai caleg PDIP, Andreau diketahui kelahiran 17 Januari 1986  dan menjalani pendidikan di SMA Taruna Nusantara Magelang (2000-2003) kemudian Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (2003-2007).

Dalam biodata yang sama, Andreau menjadi tiga pimpinan perusahaan, yakni Direktur PT Shadia Warda Utama, Direktur CV Luksanjas Berarmour, dan General Manager PT Tico Transport. Andreau juga tercatat berkecimpung di berbagai organisasi, diantaranya Lembaga Anti Narkotika (LAN), Yayasan Aku Cinta Anak Nusantara, dan Angkatan Muda Siliwangi.

Dalam kasus korupsi itu sendiri, Andreau memegang peran penting dalam masalah teknis ekspor benih lobster, termasuk Andreau pula yang menentukan perusahaan jasa kargo, yakni PT Aero Citra Kargo selaku penyedia jasa tunggal pengiriman lobster ke luar negeri melalui Bandara Soekarno-Hatta. Andreau juga menjadi Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) yang menentukan perusahaan mana saja yang mendapat izin untuk mengekspor benih lobster. Diketahui pula Andreau yang berperan dalam membentuk Perkumpulan Pengusaha Lobster Indonesia (Pelobi), termasuk beberapa kali mengatur pertemuan dengan para eksportir lobster

Sialnya, Andreau diketahui masih sempat memposting tulisan di akun instagramnya @andreau_pribadi di hari penangkapan itu, Rabu dini hari (25/11/2020).  Di akunnya itu ia menulis, ”Tidak ada seorang pun yang sukses secara alami. Engkau bekerja untuk mendapatkan yang baik, dan kemudian bekerja lagi untuk mendapatkan yang lebih baik. Sulit untuk bertahan di atas, namun terus bekerja lagi dan lagi untuk masa depanmu.”.

Postingan Andreau itu pun langsung memanen respon negatif dari banyak orang. Diantaranya ada yang meminta Andreau segera menyerahkan diri. ”Ditunggu KPK boss. Segera Serahkan diri. Udah nyanyi langsung kabooor. Rendah bgtt harga diri lo.”

Ada pula yang menulis,” Hahaha .. woooi nyerahin diri sana bang**t.” Selain itu ada pula yang menulis melonjaknya harta Andreau, ”Stafsus blm setahun sdh bisa beli rmh 11m mobil humer, Harley 2. Sungguh wooow andah.”

KPK sendiri sudah menetapkan 7 tersangka dalam kasus korupsi itu, yakni Edhy Prabowo, staf khusus Safri, Andreau Pribadi Misanta, dan Amiril Mukminin, kemudian  Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK) Siswadi, Ainul Faqif selaku staf istri Edhy Prabowo, dan penyuap atas nama Suharjito (Dirut PT Dua Putra Perkasa).(ind)



Apa Pendapatmu?