Alexa Metrics

Mengunjungi Ponpes Terbuka Gratis Al-Isyraq Kebon Jeruk

Mengunjungi Ponpes Terbuka Gratis Al-Isyraq Kebon Jeruk BERBAGI- Tim HUT ke-10 indopos.co.id menyerahkan santunan ke Ponpes Terbuka Gratis Al-Isyraq, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (26/11/2020).FOTO:FAJAR INDOPOS

indopos.co.id – Papan nama Pondok Pesantren (Ponpes) Terbuka Gratis Al-Isyraq, menjadi gapura di Gang F, Jalan Perjuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tim HUT ke-10 indopos.co.id menyusuri gang tersebut pada Kamis (26/11/2020). Keberadaan ponpes tersebut berjarak sekitar 200 meter dari mulut gang atau tepatnya berada di ujung gang.

”Kedatangan kami untuk menyerahkan santunan untuk anak yatim mohon diterima. Kegiatan dalam rangka HUT ke-10 indopos.co.id,” ungkap perwakilan indopos.co.id, Dani Tri Wahyudi. Santunan berupa uang tunai, paket sembako, makanan ringan, minuman kemasan, dan paket untuk pencegahan COVID-19 diterima oleh Ahmad Zarqoni, pengurus ponpes setempat.

”Saya terima santunannya, kami sangat berterimakasih dan tentunya bantuan ini sangat bermanfaat untuk santri kami,” ungkap Ahmad Zarqoni. Keberadaaan Ponpes terbuka gratis Al- Isyraq, menyatu dengan pemukiman penduduk RT10/10 Kebon Jeruk. Ahmad Zarqoni, mengatakan, bukan hanya anak yatim dan duafa, dari Jakarta saja yang menjadi santri setempat. ”Ada yang dari Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya yang didampingi oleh sejumlah santri.

Menurut Zurqoni, santri setempat ditempa dengan pengajian kitab kuning, sebagai program unggulan ponpes setempat. ”Untuk mengaji Al Quran setiap santri diwajibkan membacanya, satu hari satu juz,” ujarnya. Menurutnya, Ponpes Al-Isyraq memang menggratiskan biaya pendidikan para santrinya termasuk gratis biaya pemondokan.

”Beras juga dibagikan kepada santri. Tetapi kalau untuk makanan (matang) ada jasa katering dari sebelah,” tuturnya. Menurutnya, Ponpes Al-Isyraq bisa menggratiskan biaya pendidikan agama untuk anak-anak kurang beruntung tersebut berkat uluran tangan para donatur.

”Kami tentu sangat terbuka bagi para donatur untuk membantu keberlansungan pendidikan di sini,” ujarnya. Zarqoni mengatakan, meski ponpes salafiah namun Ponpes Al-Isyraq menerapkan metode pembelajaran modern. ”Di sini wajib belajar enam tahun dengan kurikulum 12 smester dan pengabdian satu tahun. Ada juga wisada,” ungkapnya.

Proses beljar mengajar di ponpes setempat berlangsung satu dasawarsa. ”Lulusan kami sudah ada yang membuat pondok peseantren di Rawalele, Kalideres,” ungkapnya.(dni)



Apa Pendapatmu?