Alexa Metrics

Yayasan Putra Nusa di Pejompongan Jadi Lokasi Penutup Kegiatan HUT Ke-10 Indopos Online

Yayasan Putra Nusa di Pejompongan Jadi Lokasi Penutup Kegiatan HUT Ke-10 Indopos Online Direksi, Redaksi dan Karyawan Indopos Online (indopos.co.id), di sela acara pemberian bantuan dan santunan ke Yayasan Putra Nusa di Jalan Penjernihan I, Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2020). Bantuan diberikan dalam rangka HUT ke-10 Indopos Online (indopos.co.id). Santunan kepada Yatim, Dhuafa dan Jompo ini merupakan salah satu dari 20 lokasi yang akan dituju. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mulai Selasa – Kamis, 24 – 26 November 2020. Foto: Joesvicar Iqbal/INDOPOS

indopos.co.id – Yayasan Putra Nusa di Jalan Penjernihan I, Pejompongan, Jakarta Pusat menjadi lokasi terakhir pemberian bantuan kepada Yatim, Dhuafa dan Jompo oleh Indopos Online (indopos.co.id). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-10 indopos.co.id.

Sebelumnya, pada Selasa – Rabu (25 – 26) Indopos Online telah membagikan santunan kepada 20 Panti Yatim, Dhuafa dan Jompo yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek)

Kepala Panti Asuhan Putra Nusa, Syarifudin mengatakan, di Panti Asuhan Putra Nusa ini memang khusus untuk laki-laki. “Di sini kami ada 45 anak khusus pria saja. Khusus orang yang broken home. Namun kalau ada anak yang berprestasi di sini kita minta donatur dan kita minta dispensasi bayaran sekolahnya,” ujar dia, saat ditemui di Panti Asuhan Putra Nusa, Kamis (26/11/2020).

Syarifudin menambahkan, kalau untuk Panti Asuhan yang berada di Jalan Kyai Haji Mas Masnyur, Tanah Abang itu untuk yang Putrinya. “Di sana ada 30 anak putri, pimpinan Ibu Tutut Wuri. Dari SD-SMA kita ada di sini,” ungkap dia.

Syarifudin mengatakan, Lembaga Sosial ini khusus keturunan saja yang mengelola. Bisa dikatakan jika Panti Asuhan ini adalah panti pertama yang ada di DKI Jakarta. Karena sejak awal berdiri panti di 1958, didirikan oleh Jenderal TNI Nasution yang juga sebagai donatur.

“Pernah Ibu Nasution merelakan gelang perhiasannya untuk membantu dalam membiayai hidup anak-anak yatim di sini,” ungkapnya.

Bagi Syarifudin, yang kesehariannya mengelola panti juga mengalami suka maupun duka. Karena dirinya sudah puluhan tahun merawat dan mengelola panti itu. “Kalau dibilang duka ya kita sukain saja, buat orang awam kita ini juga mencetak dan mengolah, walaupun ada duka,” katanya tak ingin mengingat yang duka.

Pria yang sudah 30 tahun mengelola Yayasan Putra Nusa, Panti Asuhan Putra Nusa menambahkan, sejauh ini dalam masa pandemi penyebaran COVID-19. Panti mengalami penurunan donasi, selama ini bantuan yang diberikan berasal dari swasta, perorangan, perhotelan dan dari pengajian.

“Dinas Sosial DKI juga kita mendapatkan bantuan. Kita juga dapat KJP (Kartu Jakarta Pintar) dan bantuan dari pemerintah sebesar 30 persen,” ungkap Syarifudin santai sambil duduk di kursi plastik warna merah itu.

Di masa Pandemi COVID-19 ini, katanya, 70 persen bantuan baik dari swasta dan pemerintah sangat berkurang. Biasanya dapat dari pemerintah sekitar Rp64 juta sekarang di masa Pandemi COVID ini hanya Rp25 juta. “Bantuan itu untuk biaya hidup anak-anak panti asuhan termasuk biaya listrik. Meski ada dispensasi tarif sosial, lebih murah dari umum,” akunya berkaca-kaca.

Syarifuddin menambahkan, jika Pandemi COVID ini bertahan lama maka bisa kembali lagi seperti awal berdiri panti asuhan ini seperti di1958. “Yang pasti akan ada pengurangan kuota untuk anak-anak dan biaya hidup,” ujar dia.

“Kita berharap agar Indopos online dan para klien-kliennya yang ikutan mensupport bisa mencapai tujuannya, sukses semuanya, rukun dalam bekerja, dan bisa menghantarkan generasi berikut menjadi yang lebih baik,” ujar bapak beranak satu itu.

Syarifudin merasa tersanjung masih ada orang-orang di Indopos online yang mau ke Panti Putra Nusa. “Kita juga berdoa agar upaya yang kita lakukan dalam berbagi diberkahi apalagi HUT Indopos online mau berbagi,” katanya.

“Jadi terima kasih karena masa Pandemi COVID-19 yang menyurutkan niat baik, tapi Indopos online masih berdiri memikirkan berbagi dengan anak-anak yatim piatu,” akunya berucap terimakasih.

Sementara, Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-10 indopos.co.id Riza Awalludin menjelaskan, pihaknya bersyukur dapat menyelenggarakan kegiatan santunan Anak yatim piatu dan dhuafa di 20 titik panti. “Terimakasih atas segala bentuk suportnya kepada klien kita,” akunya.

Riza menambahkan, lebih berfaedah jika sedekah di kala keadaan sedang susah. Dan disaat sulit sangat jarang orang mau berbagi. “Terima kasih kepada panti-panti yang memberi tempat pada INDOPOS online,” katanya tak berpanjang lebar.

Sedangkan, Pemimpin Redaksi indopos.co.id Juni Armanto menuturkan, sesuai dengan tema kita “Berbagi di Tengah Pandemi – Senyum November”, di masa Pandemi COVID-19 yang belum bisa teratasi dan dampaknya tak hanya ekonomi saja.

“Anak-anak panti dan jompo juga berdampak. Sesuai tagline #senyumnovember, memberikan berkah bagi kita semua. Kepada pihak lain yang turut membantu. Di 20 panti tak hanya muslim saja namun non muslim pun diberikan bantuan. Kita sadar kondisi panti berbeda-beda, ada yang miris, di gang-gang dan sebagainya,” katanya.

Juni menambahkan, dalam menggambarkan panti saat ini, panti masih membutuhkan bantuan tak hanya Indopos online saja. “Sebelum mengakhiri sambutan ini, tim Indopos online dan Indopos cetak. Semoga bisa lebih maju dan sajian dalam pemberitaan berguna bagi masyarakat,” ujarnya.

Turut hadir dalam acara itu, Direktur PT TUnas Intermedia Globe (indopos.co.id) Syarif Hidayatullah, Penanggung Jawab Konten Berita Indopos Folber Siallagan, Redaksi Indopos Online dan karyawan.(ibl)



Apa Pendapatmu?