Alexa Metrics

Lomba Cover Lagu, Dirjen Diksi: Ubah Stigma SMK Pilihan Kedua

Lomba Cover Lagu, Dirjen Diksi: Ubah Stigma SMK Pilihan Kedua Foto istimewa

indopos.co.id – Kebahagiaan orangtua belum tentu menjadi kebahagiaan anak. Oleh karena itu, pilihan sekolah menengah kejuruan (SMK) harus disesuaikan bakat anak. Ini bisa jadi tips bagi orangtua untuk menentukan sekolah bagi anak.

Pernyataan tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto saat pembukaan Grand Final Lomba Cover Lagu Condong Pada Mimpi di Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut bisa mengubah stigma pendidikan vokasi yang selama dianggap pilihan kedua. Padahal, menurut Wikan, lulusan SMK memiliki kesempatan sama dengan lulusan SMA.

“Lulusan SMK bisa kok kuliah. Jadi bukan kuliah itu milik lulusan SMA saja. Malah lulusan vokasi jauh lebih tinggi memberikan menu mimpi,” katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan, kegiatan Grand Final Lomba Cover Lagu Condong Pada Mimpi menjadi alternatif di tengah pandemi Covid-19. Penyelenggara yang digelar secara digital ini bertujuan agar siswa pendidikan vokasi tidak hanya memiliki kemampuan teknis saja, tetapi juga kemampuan non-teknis.

“Kegiatan ini untuk mencari kompetensi. Ada lebih dari 1000 peserta dengan meng-upload video. Kami ingin ke depan kegiatan ini bisa lebih baik,” ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan seorang juri cover lagu “Condong Pada Mimpi”, Purwacaraka. Ia mengatakan, lulusan pendidikan vokasi jauh lebih banyak terserap dunia industri. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan lulusan program S1.

“Ini realita. Kalau lulusan pendidikan vokasi lebih banyak terserap industri. Program S1 belum tentu,” ujarnya.

Ia menuturkan, penilaian kegiatan Lomba Cover Lagu Condong Pada Mimpi lebih menekankan pada kompetensi dari pada status. Apalagi para peserta bukan berasal dari musisi dan artis.

“Karya-karya para peserta cukup mengejutkan kami. Bagus-bagus sekali. Kami berharap dari kegiatan ini bisa membantu masyarakat agar lebih mengenal pendidikan vokasi,” ungkapnya.

Perlu diketahui, peserta kategori lomba cover lagu terdiri dari dua kategori yakni kategori A untuk siswa, mahasiswa, guru, dosen, dan sivitas aktif baik SMK dan Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) dan kategori B untuk umum dan alumni vokasi.

Pemenang pertama kategori A mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp10 juta, pemenang kedua mendapatkan hadiah Rp7 juta, pemenang ketiga yakni uang tunai senilai Rp5 juta, dan pemenang keempat dan kesepuluh mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp3 juta.

Kemudian, pemenang pertama kategori B mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp20 juta, pemenang kedua mendapatkan hadiah Rp10 juta, pemenang ketiga yakni uang tunai senilai Rp5 juta, dan pemenang keempat dan kesepuluh mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp3 juta. (nas)



Apa Pendapatmu?