Alexa Metrics

Selain Kasus Benih Lobster, KPK Didesak Usut Korupsi Formula E Jakarta

Selain Kasus Benih Lobster, KPK Didesak Usut Korupsi Formula E Jakarta Monas

indopos.co.id – Pengungkapan kasus dugaan korupsi Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh KPK mengundang apresiasi netizen. Namun, warganet juga meminta KPK untuk mengungkap kasus Formula E DKI Jakarta yang membuat ratusan miliar rupiah uang negara miliar melayang.

Salah satu desakan pengungkapan kasus Formula E datang dari ciutan Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di Twitter. “Semoga KPK, bung Novel Baswedan jg memimpin timnya turun ke Pemprov DKI Jakarta memeriksa aliran uang fee E Formula Rp.560 M yg raib merugikan negara. Ini korupsi..!,” cuit Ferdinand, Sabtu (28/11/2020).

Menurutnya, fee Formula E sebesar Rp 560 miliar merugikan keuangan negara dan masuk ranah korupsi. Pemprov DKI Jakarta sendiri membayar commitment fee Rp200 miliar dari tagihan Rp 390 miliar oleh penyelenggara Formula E 2021.

Sementara ciutan yang lebih pedas datang dari politisi PDI Perjuangan Dewi Tanjung. Menurutnya, kasus Formula E di depan mata tapi belum diungkap. “KPK (Komisi Perlindungan Kadrun) Faktanya KPK Lemah dan Buta tuli akan kasus di depan matanya. Yaitu Adanya Dugaan Anggaran siluman di Pemprov DKI dan Kasus Formula E yg mana itu menyeret Gubernur seiman Anis Baswedan dan kelompoknya yg bercokol di Balaikota,” cuit akun @dtanjung15, Jumat (27/11/2020).

Dalam cuitannya Dewi mempredeksi dari semula jika Edhy Prabowo tak akan lama menjabat sebagai menteri di KKP. “Jujur ya dari awal Nyai Tidak Setuju Eddy Prabowo jadi menteri Dan Nyai Pernah bilang sama Teman bahwa beliau tidak akan lama jadi menteri. Karna Nyai Sangat suka sama kerja Bu Susi Pudjiastuti. Nyai sempat kecewa jg sama keputusan Pak Jokowi kok Bu Susi ngga jadi menteri,” cuit Dewi Tanjung.

Selain dari dunia maya, desakan yang sama juga datang dari dunia nyata. Massa aksi yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Jakarta Anti Korupsi (Gema-Jak) berunjuk rasa di depan Mabes Polri Jumat, (27/11/2020). Mahasiswa mendesak polisi menyelidiki kasus dugaan korupsi dana Formula E oleh Gubernur Anies Baswedan.

Pengunjuk rasa juga meminta Mabes Polri untuk turun tangan menyelidiki kasus revitalisasi Monumen Nasional (Monas) yang sudah dihentikan dan diduga kuat ada penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Mahasiswa meminta polisi agar Gubernur DKI Jakarta Anies bertanggung jawab dalam pelanggaran protokol kesehatan, berupa kerumunan massa di wilayah ibu kota.

Sebelumnya Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anggara Wicitra Sastroamidjojo mengatakan, di tengah pandemi COVID-19 seharusnya prioritas anggaran untuk penanganan wabah virus tersebut. Terlebih, DKI Jakarta tercatat memiliki kasus positif terbanyak se-Indonesia.

”Kok malah sudah bayar commitment fee untuk balapan (Formula E) tahun depan 2021. Zaman susah begini rakyat butuh sembako, bukan balapan mobil,” kata Anggara. Menurutnya, dampak COVID-19 menjadikan realisasi pendapatan daerah dalam APBD tahun 2020 akan defisit sekitar Rp40 triliun.(dni)



Apa Pendapatmu?