Alexa Metrics

Jalur Utama Bandung-Cianjur Kembali Normal

Jalur Utama Bandung-Cianjur Kembali Normal Alat berat excavator membersihkan jalur yang terputus akibat longsor di tanjakan Hantap di Kampung Citengkor, Desa Sukabakti.  Ahmad Fikri// antara

indopos.co.id – Jalur utama Bandung-Cianjur, Jawa Bara kembali dapat dilalui setelah sempat terputus akibat longsor tepatnya di tanjakan Hantap di Kampung Citengkor, Desa Sukabakti. Kementerian PUPR melalui PPK 2.5 Jabar menurunkan alat berat untuk menyingkirkan material berupa batu, lumpur dan pohon berbagai ukuran.

Kepala PPK 2.5 Jawa Barat Galih Rakasih saat dihubungi, Sabtu, mengatakan selang beberapa saat mendapat laporan jalan nasional penghubung antarkabupaten di selatan Jabar terputus akibat longsor sepanjang 7 meter dengan ketinggian beragam, pihaknya langsung mengirim satu alat berat dan dump truk.

“Menjelang pagi, jalur sudah dapat dilalui normal dari kedua arah, namun pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati dan waspada karena landasan jalan masih licin akibat lumpur yang tersisa. Kami akan upayakan menjelang siang seluruh material longsor sudah bersih,” katanya.

Ia menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan pusat untuk melakukan penanganan bersama terkait tebing yang dinilai rawan terjadi longsor susulan karena tanahnya labil, sehingga perlu penanganan cepat agar tidak kembali terjadi longsor susulan di lokasi yang sama.

“Kami akan melapor ke pusat agar segera didiskusikan dengan perencanaan dan pengawasan satuan kerja Jabar, bagaimana penanganan untuk selanjutnya, apakah ada penanganan langsung secara permanen atau hanya penanganan pembersihan lereng tebing atasnya saja,” katanya.

Sementara sejumlah pengguna jalan mengatakan sempat terjebak selama 7 jam di lokasi longsor karena tidak dapat melintas, sebagian besar warga yang hendak berbelanja atau menjual hasil bumi ke wilayah Bandung terpaksa menunggu hingga penanganan longsor selesai dilakukan.

Warga di selatan Cianjur, berharap dinas terkait , baik di daerah hingga pusat, untuk menyiapkan alat berat di wilayah Naringgul yang selama ini rawan terjadi bencana alam, sehingga saat terjadi longsor dapat langsung dilakukan pembersihan tanpa harus menunggu alat berat didatangkan dari luar daerah.

“Terpaksa harus menunggu karena kami harus mengantarkan pesanan gula merah ke sejumlah pasar di Bandung. Harapan kami ada alat berat yang disiapkan di jalur selatan karena setiap musim hujan dapat dipastikan terjadi longsor di sejumlah titik rawan di Naringgul,” kata Mirwan, warga Kecamatan Naringgul. (gin/ant)



Apa Pendapatmu?