Alexa Metrics

Iran Bersumpah Balas Dendam Terhadap Dalang Pelaku Pembunuh Ilmuwan Nuklirnya

Iran Bersumpah Balas Dendam Terhadap Dalang Pelaku Pembunuh Ilmuwan Nuklirnya Mohsen Fakhrizadeh (istimewa)
indopos.co.id – Menyusul pembunuhan terhadap ”bapak” program nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh, 59,
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri memperingatkan akan memberikan balas dendam yang parah bagi mereka semua yang berada di balik pembunuhan itu.

”Kelompok teroris dan para pemimpin serta pelaku upaya pengecut ini harus tahu bahwa balas dendam berat menanti mereka,” kata Bagheri seperti dilansir dari english.alaraby.co.uk yang mengutipnya dari Kantor Berita Iran IRNA, Sabtu (28/11/2020).

Bagheri menyebut kematian Mohsen Fakhrizadeh adalah pukulan pahit dan berat bagi Iran. Namun ia juga mengatakan,”Kami meyakinkan (Iran) bahwa kami tidak akan beristirahat sampai kami mengejar dan menghukum mereka yang terlibat.”

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan di akun twitternya menuliskan ada indikasi serius dari peran Israel dalam pembunuhan Fakhrizadeh. ”Teroris membunuh seorang ilmuwan Iran terkemuka hari ini. Kepengecutan ini – dengan indikasi serius peran Israel – menunjukkan keributan yang putus asa dari para pelaku,” tulis Zarif.

Sementara itu, dikutip dari BBC, Hossein Dehghan selaku penasehat militer Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei bersumpah untuk menyerang para pelaku seperti ”petir”. Namun, Dehghan tidak menyebutkan siapa atau pihak mana yang akan diserang balik tersebut. ”Kami akan menyerang para pembunuh martir yang tertindas ini, dan akan membuat mereka menyesali tindakan mereka,” kata Dehghan, Sabtu (28/11/2020).

Sedangkan Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam Mayor Jenderal Hossein Salami mengatakan pembunuhan ilmuwan nuklir adalah pelanggaran paling nyata dari hegemoni global untuk mencegah akses kita ke ilmu pengetahuan modern. Hal senada disampaikan Duta Besar Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi yang mengatakan pembunuhan itu jelas sebuah pelanggaran hukum internasional, yang dirancang untuk mendatangkan malapetaka di wilayah tersebut.

Untuk diketahui, Mohsen Fakhrizadeh akhirnya meninggal dunia setelah mobil sedan Nissan yang ditumpanginya ditembaki beberapa orang tak dikenal pada Jumat petang (27/11/2020) waktu setempat. Peristiwa penyerangan itu berlangsung di Kota Absard, sebuah kota kecil di sebelah timur Teheran yang berjarak 68 KM dari Teheran. Sempat terjadi baku tembak antara para pelaku dengan para pengawal Mohsen. Dalam kondisi terluka parah, Mohsen sempat dilarikan ke rumah sakit, sayang nyawanya tak tertolong setiba di rumah sakit.

Laporan televisi pemerintah Iran menyebutkan sebuah truk pickup yang membawa bahan peledak yang disembunyikan di bawah tumpukan kayu meledak di depan mobil Nissan yang ditumpangi Mohsen, disusul cecaran tembakan dari senjata semi otomatis yang diumbar para pelaku dari sebuah mobil SUV ke arah mobil dimana Mohsen berada. Foto di lokasi kejadian memperlihatkan sebuah sedan Nissan warna hitam di tepi jalan dengan kaca depan mobil yang dipenuhi lubang peluru dengan darah yang menggenang di jalan.

Mohsen sendiri adalah ilmuwan nuklir kesohor yang mengepalai berbagai proyek khusus persenjataan nuklir rahasia Iran. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pernah menggambarkannya sebagai bapak program senjata nuklir Iran.

Pada sebuah pidato 2018 lalu, Netanyahu pertama kali menyebutkan nama Mohsen Fakhrizadeh setelah tim intelijen Israel berhasil menyita kumpulan arsip program senjata nuklir rahasia Iran. ”Ingat nama itu, Fakhrizadeh,” ujar Netanyahu kala itu. Terkait peristiwa itu sendiri, juru bicara PM Netanyahu saat ditanyai AFP di Kota Yerusalem menolak mengomentari serangan terhadap Mohsen. (ind)



Apa Pendapatmu?