Alexa Metrics

Penjelasan Kemenag terkait Rencana Menyiapkan Naskah Khutbah Jumat

Penjelasan Kemenag terkait Rencana Menyiapkan Naskah Khutbah Jumat Jamaah Masjid At Tin mendengarkan khutbah sebelum salat Jumat . Foto: Andi Firdaus/Antara.

indopos.co.id – Rencana Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan naskah khutbah Jumat, mendapat respon beragam dari masyarakat. Terkait hal tersebut, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, penyiapan naskah khutbah Jumat merupakan bentuk pelayanan keagamaan Kementerian Agama kepada masyarakat.

“Jangan diartikan sebagai bentuk intervensi apalagi pembatasan hak asasi para da’i, ustaz, muballigh dan penceramah agama. Naskah khutbah Jumat hanya sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin menggunakannya. Materi khutbah Jumat akan disesuaikan dengan perkembangan zaman,” ujarnya, kepada INDOPOS, Sabtu (28/11/2020).

Lebih lanjut Zainut menjelaskan, dalam penyusunan naskah khutbah Jumat Kemenag akan melibatkan para ulama. Praktisi dakwah, akademisi dan para pakar pada bidangnya. “Kemenag hanya berperan sebagai fasilitator,” jelasnya.

Menurut Zainut, pelibatan ulama, praktisi dakwah dan akademisi penting untuk menghasilkan naskah khutbah Jumat yang sesuai dengan ketentuan agama. Berkualitas dan relevan dengan dinamika sosial.

“Khutbah Jumat juga perlu membahas masalah kekinian berikut solusinya. Itu menjadi salah satu fokus dalam penyusunan naskah khutbah ini. Ada sejumlah tema yang akan disusun, antara lain akhlak, pendidikan, globalisasi, zakat, wakaf, ekonomi syariah, masalah generasi milenial dan isu-isu aktual lainnya,” bebernya.

Lebih lanjut Zainut mengatakan, penyiapan naskah khutbah Jumat juga dalam rangka menyediakan literasi digital yang mendukung peningkatan kompetensi penceramah agama.

“Naskah khutbah Jumat yang disusun bisa dijadikan alternatif. Tidak ada kewajiban setiap masjid dan penceramah untuk menggunakan naskah khutbah Jumat yang diterbitkan Kemenag,” pungkasnya.(dai)



Apa Pendapatmu?