Alexa Metrics

Pilkada Serentak Diprediksi Lahirkan Demokrasi Cacat 

Pilkada Serentak Diprediksi Lahirkan Demokrasi Cacat  Arbi Sanit internet
indopos.co.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020, dinilai bakal melahirkan demokrasi yang cacat. Pasalnya, ditaksir banyak kecurangan yang terjadi.
“Banyak terjadi kecurangan di situ,” kata pengamat politik Arbi Sanit, kepada INDOPOS, Minggu (29/11/2020).
Arbi menambahkan, kecurangan itu disebabkan masyarakat dengan terpaksa melakukannya. Kondisi ekonomi yang membuat kebanyakan orang mau menerima politik uang.
“Yang diberikan sangat butuh uang, yang memberi haus dengan kemenangan. Jadi saling membutuhkan di situ,” katanya.
Peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kata Arbi, sangat kecil melakukan penindakan. Karena, untuk menghalanginya kemungkinan kecil berjalan. Sebab, permainan curang ini saling berkepentingan.
“Banyak caranya, ada operasi Subuh, dititipkan oleh perantara, atau bisa dititipkan di sebuah warung. Jadi banyak caranya politik uang terjadi,” ujarnya.
Sebenarnya, sanksi dalam perkara itu, kata Arbi ada dua. Pidana, dan sanksi administratif. Bagi calon yang terbukti melakukan politik uang akan didiskualifikasi pencalonannya. Dan bagi masyarakat yang menerima bisa dipidanakan.
Terlebih lagi, aksi buzzer yang kini sudah mulai trend. Menurut dia, peran Bawaslu juga sangat kecil. Karena, tidak memiliki alat yang banyak untuk menangkap seluruh akun di media sosial. “Kalau pun bisa oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi. Itupun membutuhkan waktu lama,” katanya. (dny)



Apa Pendapatmu?