Alexa Metrics

Hari Senin, Polisi Akan Periksa Empat Direktur RS UMMI Bogor Terkait Tes Swab HRS

Hari Senin, Polisi Akan Periksa Empat Direktur RS UMMI Bogor Terkait Tes Swab HRS RS UMMI Bogor. DOK Indopos

indopos.co.id – Tim penyidik gabungan Ditipidum Bareskrim, Direskrimum Polda Jabar, Satreskrim Polresta Bogor akan memeriksa empat Direktur RS UMMI Bogor terkait laporan Satgas Kota Bogor mengenai hasil swab test Habib Rizieq Syihab atau HRS.

Selaim mereka, polisi juga memanggil manajer, perawat dan koordinator rumah sakit tersebut. Pemeriksaan terhadap 10 saksi dari RS UMMI dijadwalkan pada Senin (30/11) di Mapolres Bogor.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dihubungi, Minggu(29/11/2020) membenarkan perihal pemeriksaan Direktur RS UMMI Bogor terkait laporan Satgas COVID-19 Kota Bogor dr Johan.

“Benar ada 10 saksi dari RS UMMI Bogor  yang akan diperiksa terkait laporan Satgas COVID-19 Kota Bogor. Mereka akan diperiksa tim gabungan dari Ditipidum Bareskrim, Direskrimum Polda Jabar, Satreskrim Polresta Bogor, “ kata Argo kepada indopos.co.id.

Ada pun saksi-saksi yang diperiksa itu adalah Hanif Alatas (pihak keluarga), dr. Andi Tatat, Direktur Utama RS UMMI, Najamudin, Direktur Umum, Sri Pangestu Utama, Direktur Pemasaran, dr. Rubaedah, Direktur Pelayanan.

Selain dirut, Manejer dr. Zacki Faris Maulana, Fitri Sri Lestari, Rahmi Fahmi Winda, masing-masing perawat, dr. Hadiki Habib dan dr. Mea, selaku koordinator juga ikut diperiksa.

Menurut Argo, adapun pasal yang dilanggar yaitu Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. “Barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah, diancam pidana penjara selama-lamanya satu tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000,” kata Argo.

Seperti diketahui, dr Johan Satgas Covid – 19 Kota Bogor membuat laporan ke polisi.

laporan polisi tersebut tertuang dalam LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA. Adapun pasal yang disangkakan yakni Pasal 14 Ayat 1, 2 UU Nomor 4 Tahun 1984.

Dalam laporannya, RS Ummi diduga menghalangi atau menghambat Satgas dalam penanganan atau penanggulangan wabah penyakit menular Covid-19 yang akan melakukan swab tes terhadap salah satu pasiennya yang diduga terpapar Covid-19.

Kepada Satgas Covid-19, RS Ummi Kota Bogor dinilai tidak memberikan penjelasan yang utuh terkait protokol proses penanganan terhadap pasien tersebut. (gin)



Apa Pendapatmu?