Alexa Metrics

Bukopin Songsong Kapitalisasi Pasar Rp30 Triliun

Bukopin Songsong Kapitalisasi Pasar Rp30 Triliun Kantor Pusat Bank Bukopin. Ist

indopos.co.id – PT Bank Bukopin (BBKP) terus meningkatkan pelayanan, kepuasan nasabah, dan masyarakat luas di tengah Pandemi COVID-19. Lanka itu, mendapat dukungan penuh KB Kookmin Bank, pemegang saham pengendali (PSP) Bukopin.

Kehadiran KB Kookmin Bank telah berdampak positif terhadap kinerja bisnis perusahaan. Khususnya permodalan, perbaikan proses internal, dan pengawasan. Per 30 September 2020, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) meningkat menjadi 16,34 persen dari 12,59 persen (year to date).

Total ekuitas naik 17,27 persen seiring tambahan modal Rp3,9 triliun dari dua aksi korporasi dalam waktu singkat, yaitu Penawaran Umum Terbatas (PUT) V pada Juli 2020 dan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu pada 2 September 2020.

Tidak disangkal, kehadiran KB Kookmin Bank turut memperkuat pengawasan perusahaan yakni dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Korea Financial Services Commision (FSC) secara tidak langsung.

”Seluruh pencapaian ini turut meningkatkan kepercayaan investor, nasabah, dan publik,” tutur Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono, dalam konferensi pers secara virtual, di Jakarta, Senin (30/11/2020).

Proses transformasi dan transparansi sedang dibangun KB Kookmin Bank sejauh ini mendapat respons positif berbagai lembaga pemeringkat. Beberapa lembaga rating menaikkan peringkat kredit perusahaan. Salah satunya karena kekuatan KB Kookmin Bank sebagai PSP, merupakan bank terbesar di Korea Selatan.

Fitch Ratings pada Oktober lalu menaikkan peringkat nasional jangka panjang Bank Bukopin empat notch menjadi idAAA. Selanjutnya, Pefindo turut menaikkan rating dari idA- menjadi idAA. Itu tidak lepas dari komitmen solid KB Kookmin Bank untuk mendorong Bank Bukopin menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia.

KB Kookmin Bank ke depan akan menerapkan pengalaman sukses dalam bisnis Bank Bukopin. Itu diharap berdampak positif bagi kinerja perusahaan, termasuk saat menghadapi situasi sulit. Salah satu kebijakan baru diterapkan penyesuaian penyajian laporan keuangan Bank Bukopin per 31 September 2020 mengikuti standar akutansi grup KB Kookmin Bank.

Sehingga untuk mempersiapkan audit laporan keuangan secara penuh untuk periode Desember 2020, perusahaan mempersiapkan langkah penyesuaian tersebut di antaranya dengan melakukan telaah terbatas untuk laporan keuangan posisi September 2020.

”Ini menyebabkan kami baru dapat melaporkan laporan keuangan hari ini, tentu setelah kami terus berkomunikasi dengan regulator,” terang Rivan.

Tahun ini, industri perbankan juga sedang menghadapi tantangan akibat Pandemi COVID-19. Banyak nasabah perbankan mengajukan proses restrukturisasi kredit hingga kuartal III 2020 telah mencapai Rp860 triliun.

Khusus Bank Bukopin, sampai kuartal III 2020, perusahaan telah merestrukturisasi kredit senilai Rp24,5 triliun. Di mana, Rp18 triliun atau 73 persen di antaranya terdampak COVID-19.

Menyikapi perkembangan itu, perusahaan mendapat kesempatan sangat baik dengan transformasi menyeluruh. Didukung dan didampingi KB Kookmin Bank.

”Kita belajar banyak dari kesuksesan mereka dalam melakukan transformasi di KB tahun 2001, tetap stabil melalalui krisis ekonomi, sehingga berhasil menjadi bank terbesar di Korea Selatan. Keahlian ini menjadi penambah optimisme kita melanjutkan proses tranformasi Bukopin, meski tantangan pandemi terus menguji,” tegas Rivan.

Chief Strategic Officer Bank Bukopin Ji Kyu Jang menambahkan, perusahaan telah menyiapkan berbagai strategi untuk memperkuat fundamental bisnis. Di bidang pemasaran, akan mendorong penguatan basis nasabah Bank Bukopin, termasuk ke komunitas Korea. Saat ini, ada sekitar 2 ribu perusahaan dan 30 ribu warga Korea Selatan di Indonesia potensial menjadi nasabah Bukopin.

Jang mengungkapkan KB telah mengalami proses serupa sekitar dua dekade lalu. Ia optimistis kehadiran KB dapat berperan aktif dalam proses transformasi Bank Bukopin dengan mengembangkan sektor ritel termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia, dengan Bukopin sebagai armadanya.

”Proses transformasi secara bertahap akan mengubah perusahaan menjadi bank baru lebih baik dan transparan sehingga dapat mencapai visi menjadi lembaga keuangan pilihan pertama di Indonesia,” ungkap Jang.

Lima tahun ke depan, Bank Bukopin memiliki beberapa target dan strategi besar akan dijalankan. Pertama, melakukan diversifikasi portofolio sebagai pemain utama segmen retail, UMKM, dan mitra internasional terkait transaksi perdagangan oleh nasabah-nasabah Korea Selatan.

Kedua, perbaikan Internal untuk memperkuat fundamental dan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan. Ketiga, rebranding untuk memperkuat kolaborasi Bank Bukopin dan KB Kookmin Bank.

Keempat, meningkatkan kekuatan yang ada melalui dukungan keahlian dan jaringan KB Kookmin Bank. Kelima, memantapkan strategi untuk pemulihan cepat dan membangun kembali fundamental bisnis yang lebih kuat.

”Harapannya Bank Bukopin akan menjadi 10 bank teratas tahun 2025 dengan return on equity 10 persen, dan kapitalisasi pasar Rp30 triliun,” tutup Jang. (mdo)



Apa Pendapatmu?