Alexa Metrics

Ketua Apjati Baru Terpilih, Kepala BP2MI: Berharap Ikut Terlibat dalam Memberantas Sindikat Mafia PMI

Ketua Apjati Baru Terpilih, Kepala BP2MI: Berharap Ikut Terlibat dalam Memberantas Sindikat Mafia PMI Foto istimewa

indopos.co.id – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengharapkan Ketua baru Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) yang baru Ayub Basalamah tetap solid sebagai mitra strategis Pemerintah.

“Saya mengharapkan Pak Ayub terus berkomitmen untuk melaksanakan kebijakan pemerintah dalam hal ini BP2MI, khususnya untuk pemberantasan sindikat dan memperlukan PMI sebagai warga negara VVIP,” ujar Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dalam keterangan di Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Benny menjelaskan, Presiden Jokowi dalam pembukaan Munas Apjati telah menegaskan tidak akan memberikan toleransi sedikitpun terhadap keberadaan jaringan mafia yang mengambil manfaat tidak wajar dari Pekerja Migran Indonesia (PMI). Semua pihak dari hulu sampai hilir harus terlibat dalam upaya ini. Mulai dari aparat di tingkat desa sampai ke Pemda, Perusahaan tenaga kerja, lembaga-lembaga pendidikan, BP2MI, Kementerian Ketenagakerjaan, Kepolisian, dan Imigrasi, serta Duta Besar dan Kementerian Luar Negeri.

“Semua pihak harus terlibat secara sinergis untuk membuat PMI mampu bersaing di pasar global. Untuk melindungi hak-hak PMI, menyejahterakan PMI dan keluarganya, dan menjadikan PMI sebagai duta bangsa indonesia di masyarakat internasional,” tambah Jokowi.

Untuk itu sejalan dengan pernyataan Presiden Jokowi, BP2MI memiliki komitmen yang sangat kuat untuk menyatakan perang terhadap sindikat pengiriman ilegal PMI. “BP2MI tidak akan pernah menghentikan peperangan ini, kecuali para sindikat tersebut kembali ke jalan yang benar dan tidak melakukan kejahatan pengiriman PMI secara ilegal,” tegas Benny Rhamdani.

“Presiden meminta Apjati agar bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan PMI yang memiliki kompetesi untuk bersaing di pasaran internasional,” tambahnya.

Di dalam momentum Munas APJATI 2020, Benny mengajak seluruh stakeholder, utamanya Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang tergabung dalam APJATI, untuk memberikan dampak besar bagi perwujudan pelindungan PMI yang berorientasi pada keselamatan, kemerdekaan dan kesejahteraan PMI.

“Harus menjadi prinsip bagi kita semua bahwa keselamatan, kemerdekaan dan kesejahteraan PMI adalah perlindungan yang menjadi hukum tertinggi yang harus ditegakkan semua pihak. Untuk itu pelindungan PMI secara menyeluruh sebagai warga negara VVIP perlu dilakukan dari ujung rambut hingga ujung kaki,” jelasnya.

Terlebih lagi, lanjut Benny, asosiasi P3MI yang dalam hal ini adalah APJATI, merupakan mitra dialog strategis pemerintah dalam penyusunan kebijakan terkait tata kelola pelindungan PMI yang dilakukan atas dasar kemanusiaan yang berpihak pada PMI.

“Pemerintah tidak mungkin mengelola PMI sendiri, harus ada sinergitas dengan asosiasi PMI. Dan baru Apjati yang membangun Sistem IT itu ketika saya mengunjungi Apjati waktu itu,” bebernya.

Benny mengapresiasi pemilihan tuan rumah penyelenggaran Munas APJATI 2020 di Bandung, Jawa Barat. Pasalnya, tanah pasundan diciptakan oleh Tuhan saat tersenyum dan menjadi kantong PMI dimana sepertiga dari 3,7 juta PMI yang diberangkatkan secara prosedural. Namun sebaliknya Jabar juga tercatat sebagai provinsi dengan PMI nonprosedural terbanyak.

“Provinsi Jabar juga satu-satunya provinsi di Indonesia yang sedang mempersiapkan regulasi Perda Pelindungan PMI,” katanya.
(mdo)



Apa Pendapatmu?