Alexa Metrics

Rekaman Video Ajakan Jihad Tersebar, IPW Minta Polisi Turun Tangan

Rekaman Video Ajakan Jihad Tersebar, IPW Minta Polisi Turun Tangan Neta S.Pane (istimewa)
indopos.co.id – Beredarnya berbagai rekaman video di berbagai media sosial video berisi adzan dengan menyelipkan lafadz ’hayya alal jihad’ atau ajakan untuk jihad direspon negatif berbagai pihak. Sebab dikhawatirkan akan semakin menyebarkan paham radikalisme di tengah masyarakat yang akan memicu konflik besar.
Itu disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S.Pane saat menanggapi rekaman video berdurasi 30 hingga 40 detik yang tersebar belakangan ini. Apalagi menurut Neta ada pula rekaman video menyelipkan ajakan jihad sambil membawa pedang akan berdampak pada keresahan di tengah masyarakat.
Dijelaskan Neta, azan yang lazim hanya ada dua seruan, yakni ’hayya ‘alash sholah’ dan ‘hayya ‘alal falaah’, namun menjadi ‘hayya alal jihad’ yang artinya ajakan untuk berjihad. ”Jadi sekelompok pemuja baliho akhir-akhir ini kelakuannya memang terlihat semakin aneh-aneh saja. Selain azan diplesetkan dengan ajakan jihad, ada juga rekaman video yang menunjukkan sedang salat dengan membawa pedang,” kata Neta kepada indopos.co.id, Selasa (1/12/2020).
Ia menilai kelompok tersebut sedang merasa menjadi kelompok yang paling benar sendiri. “Padahal Rasulullah Muhammad SAW sendiri tidak pernah mengajarkan hal-hal seperti itu. Sehingga bisa dikatakan bahwa kelompok tersebut sedang menyebarkan aliran sesat,” kata Neta lagi.
Neta lantas menghimbau supaya para ulama segera mengingatkan kelompok tersebut supaya segera kembali ke jalan yang benar, dan jangan terjebak ke dalam ajaran sesat yang bisa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
”Selain itu aparat kepolisian harus segera mencermati ulah mereka ini, dan bersikap tegas menindaknya jika sudah meresahkan masyarakat. Kepolisian juga harus segera turun tangan mengamankan senjata tajam tersebut dan memeriksa mereka, karena mereka sudah melanggar UU Darurat Nomor 12 tahun 1951. Kalau aparat kepolisian membiarkan masalah ini, justru akan menimbulkan keresahan di masyarakat,” pungkas Neta.
Sebelumnya Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar mengatakan seruan berjihad itu tidak hanya di Petamburan Jakarta Pusat, tapi juga di beberapa tempat lain. “Iya benar. Macam-macam itu di mana-mana, ada di Petamburan, ada di Bogor,” kata Aziz.
Menurut Aziz, hal itu wajar-wajar saja sebab sebagai bentuk respons para pengikut Habib Rizieq Shihab yang dinilai sebagai sebuah kezaliman. ”Saya rasa itu wajar. Karena masyarakat melihat ada ketidakadilan melihat kezaliman yang luar biasa kepada ulama dan habaib karena tidak sepaham dengan pemerintah,” kata Aziz.
Namun iya menolak kalau FPI ada di balik seruan jihad tersebut. ”Gak ada. FPI tidak bikin komando atau instruksi ke umat. Murni gerakan dari umat yang tergerak hatinya untuk bikin azan itu,” tandas Aziz. (ind)



Apa Pendapatmu?