Alexa Metrics

Lokasi Pengungsi Banjir di Jakarta Jangan Sampai Jadi Klaster Baru

Lokasi Pengungsi Banjir di Jakarta Jangan Sampai Jadi Klaster Baru Luhut Binsar Pandjaitan. DOK Indopos

indopos.co.id – Fenomena badai La Nina yang berpusat di Samudera Pasifik akan mempengaruhi lonjakan curah hujan luar biasa di Jakarta dan sekitarnya. Dampaknya kemungkinan besar akan menimbulkan banjir besar di Jakarta.

Untuk itu, Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Luhut BInsar Pandjaitan meminta agar seluruh pihak terutama Pemprov DKI Jakarta mewaspadai potensi banjir terkait dampak badai La Nina itu.

Ia juga meminta segera dilakukan simulasi masalah pengungsian sesuai standar protokol kesehatan COVID-19. Tujuannya, kantong-kantong pengungsian akibat banjir di Jakarta tidak menjadi cluster baru penularan COVID-19.

”Dengan adanya simulasi penanganan pengungsi akibat banjir, diharapkan tidak akan menimbulkan klaster baru dari adanya gelombang pengungsian. Sehingga yang perlu ditekankan bahwa setiap masyarakat harus saling jaga dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” papar Luhut dalam sebuah rakor virtual di Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Ia menambahkan, pihaknya akan menerapkan metode Tactical Floor Game (TFG) dalam menghadapi potensi banjir pada tahun 2020-2021. Selain itu juga akan dilakukan visualisasi terhadap perkiraan pergerakan air ketika bencana banjir terjadi.

”Tactical Floor Game adalah taktik militer yang biasa kami terapkan dalam berkoordinasi terkait peran setiap pihak selama masa antisipasi perkiraan bencana banjir di DKI Jakarta mendatang,” ujarnya.

Sesuai catatan Pemprov DKI Jakarta, saat musibah banjir pada awal tahun 2020 lalu tercatat sekitar 36.445 orang yang mengungsi akibat banjir yang tersebar di 696 kantong pengungsian. Sedangkan jumlah pengungsi di kawasan Jabodetabek mencapai 409 ribu orang yang tersebar di ratusan lokasi pengungsian. Namun ketika itu belum ada pandemi COVID-19. Berbeda halnya kalau musibah banjir kembali terjadi dalam waktu dekat ini. (ind)



Apa Pendapatmu?