Alexa Metrics

Pilkada Serentak 2020, Penerapan Protokol Kesehatan Harus Dikawal

Pilkada Serentak 2020, Penerapan Protokol Kesehatan Harus Dikawal ilustrasi
indopos.co.id – Menjelang penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020, pada 9 Desember 2020, penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) menjadi perhatian semua pihak. Hal itu untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus menekankan, penerapan protokol kesehatan (prokes) harus dikawal. Dan dipastikan berjalan dengan ketat.
“Hal itu untuk menjawab kritikan dari beberapa pihak yang khawatir pelaksanaan Pilkada 2020 akan memicu terciptanya klaster baru COVID-19,” ujarnya dalam keterangan persnya Rabu (2/12/2020).
Guspardi juga mengingatkan tentang pengaturan waktu kedatangan pemilih ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Supaya tidak terlalu kaku dan harus dibuat lebih fleksibel. Masyarakat yang sudah datang ke TPS agar diizinkan menggunakan hak pilihnya.
“Sepanjang tidak melewati rentang waktu yang telah ditetapkan dan memenuhi syarat sebagai pemilih,” jelasnya.
Keikutsertaan masyarakat dalam Pilkada serentak 2020 bukanlah suatu kewajiban tetapi merupakan hak untuk memilih. Partisipasi masyarakat harus didorong secara optimal untuk menggunakan hak pilihnya.
“Hal itu dalam rangka mewujudkan suksesnya Pilkada serentak tahun 2020 dengan target yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar 77,5 persen. Dimana target ini hendaknya dapat dilampau di seluruh daerah yang mengadakan Pilkada serentak 2020,” pungkasnya. (dai)



Apa Pendapatmu?