Alexa Metrics

Satgas COVID-19 Ungkap Kasus Positif Naik 5 Ribu Sehari, Zona Merah Naik, Zona Hijau Turun

Satgas COVID-19 Ungkap Kasus Positif Naik 5 Ribu Sehari, Zona Merah Naik, Zona Hijau Turun Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. (foto dok Satgas COVID-19)
indopos.co.id – Hari ini tepat sembilan bulan pandemi COVID-19 merajalela di Indonesia, sejak Presiden  Joko Widodo mengumumkan kasus pertama kali pada 2 Maret 2020 lalu. Namun penanganan pandemi virus maut ini masih jauh dari baik. Sebab per hari ini penambahan pasien positif tercatat lebih dari 5 ribu kasus dalam sehari.
Bahkan, per hari Minggu (29/11/2020), terjadi rekor penambahan harian kasus positif virus corona. Berdasar data terjadi penambahan 6.267 kasus COVID-19 dalam rentang waktu 24 jam pada 28 hingga 29 November 2020.
Dilansir dari worldometers.info, tercatat per Selasa (1/12/2020) terjadi penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 5.092 kasus. Sehingga total kasus Indonesia mencapai 543.975 kasus, dengan 72.075 kasus aktif. Sedangkan jumlah yang meninggal di Indonesia akibat virus maut itu sudah mencapai 17.081 kasus.
Bukan hanya itu, dilansir dari situs resmi Satgas Penanganan COVID-19, peta zonasi risiko per Minggu (29/11/2020) jumlah daerah yang masuk zona merah bertambah cukup banyak. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito memaparkan, daerah zona merah atau risiko tinggi naik menjadi 50  dari sebelumnya yang hanya 28 kabupaten/kota.
”Saya sangat kecewa karena jumlah daerah yang berada di zona merah bertambah hampir dua kali lipat dari minggu sebelumnya. Selain itu, jumlah daerah yang berada di zona hijau pun semakin menipis,” lontar Wiku seperti dikutip dari covid.19.go.id, Rabu (2/12/202).
Ia merinci, dari peta zonasi, pada zona oranye atau risiko sedang jumlahnya meningkat menjadi 374 kabupaten/kota dari yang sebelumnya 345 kabupaten/kota.  Sedangkan zona kuning atau risiko rendah, turun menjadi 75 kabupaten/kota dari yang sebelumnya 121 kabupaten/kota. Sementara pada zona hijau dari yang sebelumnya 10 kabupaten/kota turun menjadi 6 kabupaten/kota . Pada zona hijau tidak terdampak juga turun menjadi 9 kabupaten/kota dari sebelumnya 10 kabupaten/kota.
”Keadaan ini harus menjadi cambukan keras bagi kita untuk terus memperbaiki diri. Bagi masyarakat jangan pernah abai. Karena cepat atau lambat, anda akan menjadi penderita COVID-19 kalau lengah dalam memproteksi diri, lingkungan, ataupun keluarga anda,” kata Wiku.
Menurut Wiku, tingginya kasus aktif COVID-19 berpotensi meningkatkan multiplier effect atau penularan yang lebih tinggi, utamanya jika masyarakat abai protokol kesehatan. Karena itu Wiku meminta publik benar-benar disiplin mematuhi protokol kesehatan, walaupun masyarakat sudah mulai lelah dengan pandemi. Namun ia mengingatkan COVID-19 masih ada di tengah-tengah masyarakat.
”Kami di sini memahami bahwa masyarakat sudah mulai lelah menghadapi pandemi ini, tapi kita tidak boleh kalah. Saya di sini meminta masyarakat untuk benar-benar mematuhi protokol kesehatan,” lontar Wiku.
Ia mengingatkan, virus COVID-19 bisa menyerang siapa saja, bahkan kepala daerah. Karena virus menular dari orang-orang terdekat, seperti keluarga, staf di kantor, ajudan, sopir pribadi, dan lainnya. Karena itu diingatkan Wiku pula agar seluruh masyarakat, termasuk pejabat publik harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan.
”COVID-19 belum berakhir, namun masih ada cara lain untuk tetap produktif dengan kebiasan baru, yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dimanapun kita berada,” pungkas Wiku. (ind)



Apa Pendapatmu?