Alexa Metrics

Pemprov Jakarta Sediakan Tes Swab Gratis Bagi yang Kontak dengan Anies atau Ariza

Pemprov Jakarta Sediakan Tes Swab Gratis Bagi yang Kontak dengan Anies atau Ariza POSITIF- Gubernur DKI Anies Baswadan (kiri) dan Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria.FOTO:IST
indopos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Widyastuti, berharap masyarakat yang pernah kontak dengan Gubernur DKI Anies Baswadan dan Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria dapat melaporkan ke puskesmas. Betapa tidak, baik Anies maupun Ariza terkonfirmasi positif Covid-19. 
”Akan dilakukan tes usap PCR secara gratis (di puskesmas) khususnya apabila termasuk kontak erat Gubernur Anies maupun Wagub Ariza,” ujar Widyastuti, di Jakarta, Kamis (3/12/2020). Dirinya juga menegaskan Pemprov DKI Jakarta berkomitmen penuh dalam pengendalian wabah Covid-19 di DKI Jakarta dengan melakukan kegiatan testing, tracing, dan treatment secara masif.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk senantiasa menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin melalui 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan rutin dengan sabun dan air mengalir.
Menurutnya, dari 158 kontak erat Anies selama periode tracing pada Selasa (1/11/2020), hasilnya adalah 5 orang positif, 111 lainnya negatif dan 42 orang masih menunggu hasil. Sedangkan dari 279 kontak erat Ariza selama periode tracing 28 November – 1 Desember, hasilnya adalah 19 positif, 185 negatif dan 75 orang lainnya masih menunggu hasil. Mereka yang terkonfirmasi positif kemudian menjalani isolasi mandiri ataupun perawatan sesuai dengan derajat gejala yang dialaminya.
”Sekali lagi, kami menegaskan bahwa mereka yang terkonfirmasi positif dari hasil pelacakan kontak tidak menentukan sumber penularannya adalah gubernur ataupun wakil gubernur,” ujarnya. Menuruntya, saat ini belum ditemukan kasus positif di antara mereka yang berinteraksi langsung dengan gubernur baik dari keluarga maupun tim kerja setelah gubernur dikonfirmasi positif.
Widyastuti mengatakan, kepada mereka yang terkonfirmasi positif sedang dalam proses penelusuran lebih lanjut. Beberapa kasus ditemukan periode penularan sebelum berinteraksi dengan gubernur dan merupakan bagian dari klaster keluarga masing-masing. ”Jadi kami mendata ada klaster terpisah yang ditemukan karena dilakukan tes masif di lingkungan kerja gubernur dan wakil gubernur,” ungkapnya. (dni)



Apa Pendapatmu?