Alexa Metrics

Symblox Tawarkan Solusi Layer 2 untuk Blockchain Ethereum

Symblox Tawarkan Solusi Layer 2 untuk Blockchain Ethereum Ilustrasi.

indopos.co.id – Untuk menghemat biaya transaksi, meningkatkan skalabilitas dan interoperabilitas, Symblox menawarkan solusi Layer 2 untuk blockchain Ethereum. Symblox adalah decentralized app (dApp) besutan Velas asal Swiss.

Popularitas blockchain Ethereum memang tak dapat dipungkiri, berkat fitur smart contract-nya yang serba lengkap. Itulah sebabnya pembuatan aplikasi desentralistik (dApp) untuk sektor decentralized finance (DeFi), programer dan developer memilih Ethereum.

Namun blockchain itu masih terkendala soal besarnya biaya transaksi, skalabilitas dan interoperabilitas. Soal biaya transaksi misalnya bisa sangat besar, ketika jumlah transaksi melonjak tinggi. Benar-benar tak efisien, sehingga menghambat aspek skalabilitasnya.

Hal lainnya, blockchain itu dengan saat ini bersistem Proof-of-Work (Pow), hanya sanggup mengelola 15 transaksi per detik. Keterbatasan ini dipecahkan dengan menggunakan Layer 2 alias jaringan lapis ke-2 yang berjalan di atas blockchain Ethereum itu, sekaligus menjawab keterbatasan soal interoperabilitas, yakni tingkat kemampuan interaksi antara dua blockchain yang berbeda.

“Di sinilah solusi Layer 2 besutan Symblox mengambil peran. Ia tak hanya memecahkan 3 masalah blockchain itu, namun sekaligus memastikan transaksi antara blockchain Ethereum dan blockchain Velas berjalan mulus. Inilah yang disebut crosschain alias lintas jaringan blockchain agar bisa berinteraksi,” sebut CH Egan, Marketing Executive Symblox dalam keterangannya, belum lama ini.

Menurut Egan, karena Symblox juga memiliki platform perdagangan aset kripto desentralistik (DEX), Layer 2 ini memungkinkan lalu lintas transaksi aset kripto dengan blockchain berbeda berjalan baik dalam dua arah. Prinsipnya, setiap transaksi tak langsung terekam di blockchain Ethereum, melainkan di satu jaringan khususnya, yang juga bersifat peer-to-peer.

“Dan yang pasti, ribuan transaksi per detik bisa dikelola dengan baik, berkat Layer 2 itu,” tegas Egan.

Di Symblox, tak hanya berfitur decentralized exchange seperti Uniswap di Ethereum. Di Symblox pengguna bisa melakukan tokenisasi (mengubah objek bernilai menjadi bentuk token digital), mulai dari emas, Bitcoin, dolar AS hingga indeks saham S&P500. Menurut Egan, dengan cara itu transaksi objek/aset bernilai bisa berjalan lebih cepat, transparan dan berdaya jangkau global.(mdo)



Apa Pendapatmu?