Alexa Metrics

Dosen dan Karyawan ITB Ahmad Dahlan Terlindungi Program BPJAMSOSTEK

Dosen dan Karyawan ITB Ahmad Dahlan Terlindungi Program BPJAMSOSTEK TERLINDUNGI-Penyerahan kartu kepesertaan BPJAMSOSTEK simbolis karyawan ITB Ahmad Dahlan, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (3/12/2020).FOTO:IST

indopos.co.id – BPJAMSOSTEK (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan) Jakarta Salemba menyerahkan kartu kepesertaan simbolis kepada sejumlah karyawan Kampus Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (3/12/2020). Penyerahan simbolis tersebut diwakili sekitar 30 dosen dan karyawan setempat yang terlindungi oleh program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

”Kepesertaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini sangatlah penting untuk memberikan kepastian perlindungan terhadap risiko kerja dan profesi,”ungkap Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Jakarta Salemba M Izaddin. Hadir tuan rumah antaralain Rektor ITB Ahmad Dahlan Mukhaer Pakkana dan Wakil Rektor II Yayat Sujatna. Dalam kegiatan tersebut juga disosialisasikan manfaat program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada karyawan kampus setempat.

Manfaat program BPJAMSOSTEK sangatlah besar. Salah satunya adalah program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang memberikan pembiayaan tanpa batas untuk pemulihan peserta yang kecelakaan kerja. ”Kami sudah banyak menangani peserta dengan kasus kecelakaan berat yang memerlukan tindakan medis dengan biaya hingga miliaran rupiah. Berapapun biayanya itu sudah menjadi tanggungan BPJAMSOSTEK sampai peserta sembuh sampai kembali bekerja,” ujar Izaddin.

Menurut Izaddin, masyarakat Indonesia patut berbangga dengan program perlindungan dari negara tersebut. Dikatakan, manfaat-manfaat dalam program BPJAMSOSTEK terus bertambah. ”Belum lama ini manfaat beasiswa untuk anak peserta meninggal dunia yang semula Rp12 juta untuk satu orang anak, lalu secara fantastis naik menjadi 1.450 persen atau total senilai Rp174 juta untuk dua anak peserta diberikan bertahap dari TK hingga lulus perguruan tinggi,”

Termasuk di masa Covid-19 ini, pemerintah memberikan bantuan subsidi upah (BSU) kepada peserta yang berpenghasilan di bawah Rp5 juta. Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan relaksasi iuran peserta atau diskon iuran sampai 99 persen. ”Sehingga bayar iurannya cukup satu persen saja. Meskipun iurannya didiskon banyak tapi manfaat perlindungannya tidak didiskon sama sekali atau tetap berlaku normal,” kata Izan

Menurut Izaddin, program BPJAMSOSTEK juga bisa digunakan untuk melindungi mahasiswa yang tugas magang. ”Kami meminta bantuan agar program yang baik ini disebarluaskan kepada orang-orang terdekat, baik di tempat kerja maupun di lingkungan rumah seperti pekerja informal, tukang parkir, pedagang kecil, pengurus lembaga kemasyarakat, marbot masjid, dan sebagainya demi melindungi seluruh pekerja di Indonesa,” cetusnya.

Sementara itu Rektor ITB Ahmad Dahlan, Mukhaer Pakkana mengatakan dengan didaftarkannya karyawan kampus setempat ke dalam progam BPJAMSOSTEK diharapkan akan memberikan rasa nyaman dan aman dalam bekerja.(dni/mdo)



Apa Pendapatmu?