Alexa Metrics

Masjid Al-Musannif Wongsolo Gajah Mada Diresmikan

Masjid Al-Musannif Wongsolo Gajah Mada Diresmikan Owner Wong Solo Group Puspo Wardoyo, bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajeckshah meresmikan Masjid Al-Musannif.

indopos.co.id – Masjid Al-Musannif Wongsolo Gajah Mada Diresmikan. Masjid modern dengan luas 7,6 x 11,4 berlantai dua itu berdiri megah di tengah areal restoran Wong Solo yang kini mengusung konsep joglo.

Acara yang berlangsung meriah itu dihadiri Owner Wong Solo Group Puspo Wardoyo, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajeckshah, Tokoh masyarakat Rahmad Shah, Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokarian Jogja KH Muhammad Jazir, Penasehat Spritual Wong Solo Group Prof Dr Syahrin Harahap yang juga Rektor UINSU, Ketua MUISU Prof Dr Abdullah Syah MA dan ratusan undangan.

Owner Wong Solo Group Puspo Wardoyo mengucapkan rasa bahagianya. Ia memaparkan Masjid Al-Musannif Wong Solo didirikan atas nazar H Hanif Shah yang ingin mendirikan 100 Masjid untuk investasi hari tua dalam rangka Fastabiqul Khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan).

Hingga akhirnya mempertemukan tempat pertama dilahan Wong Solo Gajah Mada miliknya. “Saya berharap keberadaaan Masjid Al Musannif Wong Solo ini membawa kemaslahatan bagi masyarakat sekitarnya. Menjadikan masjid ini tidak saja sebagai tempat ibadah tapi juga tempat dakwah dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat disekitarnya,” ujarnya.

Masjid Al-Musannif Wong Solo memiliki fasilitas yang cukup nyaman dengan kamar mandi, toilet, tempat wudhu, AC, lampu hias dan menyelenggarakan salat berjamaah untuk sholat lima waktu bahkan saat hari raya. Juga akan ada kegiatan belajar mengajar Alquran.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajeckshah yang juga Ketua Yayasan Masjid Al Musannif mengucapkan terima kasih kepada Owner Wong Solo Puspo Wardoyo yang telah memberikan tempat untuk membangun masjid Al-Musannif Wong Solo.

Para pengunjung serasa diberi inspirasi ketika Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokarian Jogja KH Muhammad Jazir membeberkan pengalaman inovasinya dalam memakmurkan masjid dan masyarakat sekitarnya di Yogyakarta.

“Orang yang mencintai harta adalah orang yang membawa hartanya hingga ke akhirat. Caranya adalah dengan menitipkannya kepada Allah. Salah satunya dengan membangun masjid. Orang yang tidak sayang harta adalah orang yang siang malam cari uang di dunia, tapi kemudian saat mati semuanya ditinggalkan di dunia,” imbuhnya.

Ustadz Jazir mengungkapkan, sejatinya masjid bukanlah sekedar tempat ritual beribadah tapi juga membangun peradaban masyarakat dan lingkungan sekitarnya.(mdo)



Apa Pendapatmu?